Welcome Comments Pictures

IKI OPO ?

KESERUAN ADA DISINI

LEBIH SERU KLIK DI SINI

Februari 07, 2022

AKU DIKEJAR BANASPATI


Saat berusia 11 tahun, aku mengalami kejadian yang mengerikan dan diluar logika manusia yang sampai saat inipun masih ada dalam ingatanku.
Ketika itu sekitar tahun 1959 aku bersama kedua orangtuaku harus tinggal di sebuah desa di Wonosari Gunungkidul Yogyakarta karena ayahku mendapat tugas dinas disana sebagai kepala sekolah di sekolah SD Negeri.
 
Setiap hari aku sekolah jalan kaki. Dari pagi buta sampe pulang hampir magrib, karena jaraknya jauh banget. Kadang aku mikir, ini sekolah apa ziarah?

Yang bikin tambah serem, aku harus lewat bulak sawah dan hutan rimbun sendirian. Jalanannya sepi, nggak ada lampu jalan, cuma ditemani suara jangkrik, kodok, dan... kegelapan. Jaman itu belum ada listrik, jadi penerangan malam cuma andalan lampu petromak atau senthir yang kadang malah lebih serem dari gelapnya sendiri.

Nah, suatu sore, pas aku pulang sekolah menjelang magrib, aku pulang sendirian melewati bulak sawah yang luas ketika itu suasananya udah gelap mencekam dan sunyi kayak di film horor. Aku jalan pelan, sambil mikir PR belum kelar. Tiba-tiba… dari kejauhan, aku lihat ada api kecil nyala di pinggir bulak sawah. Awalnya aku mikir, “Wah, ada yang bakar sampah nih,” tapi anehnya… kok nggak ada asap? Terus, api itu juga nggak ada barang yang dibakar di bawahnya. Cuma... api kecil yang melayang diatas tanah. Sendirian.. Kayak jomblo nyasar.

Karena aku anaknya terlalu penasaran dan mungkin sedikit kurang perhitungan, aku dekati tuh api. Eh lha kok, tau-tau dia beranak jadi dua. Terus tiga. Empat. Lima. Sampai banyak! Dan... MEREKA MENGELILINGIKU. Bukan mau nyanyi "Kumbaya", tapi aura mereka... horor abis! Di situlah aku sadar ini bukan api biasa. Ini mah makhluk halus! Mereka makin mendekat dan jelas banget mau nyakitin aku. Reaksi spontan? Jelas: AKU LARI SEKENCANG-KENCANGNYA untuk menjauhi kobaran api  yang mulai mengejarku dengan sangat cepat itu.

Ketika aku berlari, sesekali aku nengok ke belakang dan... ya mereka masih ngejar ! Rasanya kayak ikut lomba lari dikejar obor hidup, dalam hatiku waktu itu yang terpenting aku harus lari dan lari, sampai setitik harapku terlihat diujung jalan dari kejauhan, aku lihat ada cahaya remang-remang. Aku langsung lari ke arah situ dengan semangat 45, 46, bahkan sampai 100 persen ! Dan… ternyata itu lampu petromak dari warung kecil penjual minuman.

Akhirnya sampailah aku di titik cahaya itu Si penjual, mungkin kaget lihat anak kecil lari ngos-ngosan kayak dikejar utang, langsung nanya:

"Ngopo nok, kowe kok mlayu-mlayu?"
(Secara halus artinya: “Nak, kamu kenapa lari-lari (kayak mau ikut lomba tapi lupa daftar?”)

Aku nggak jawab. Nafasku masih kayak habis naik tangga 20 lantai. Tapi begitu aku nengok ke arah sawah... api-apinya udah hilang. Lenyaaap.

Alhamdulillah. Allah masih selamatkan aku malam itu.

Akhirnya aku lanjut pulang dan cerita ke ayahku. Setelah aku ceritain semuanya, beliau bilang, “Oh, itu namanya Banaspati. Makhluk halus yang bentuknya api dan bisa nyerang orang.” 


Inilah sedikit cerita dari pengalamanku bertemu makluk ghoib di masa lalu yang pernah dikejar Banaspati di tengah sawah, pulang sekolah, sendirian, tanpa saksi. Dan kalau boleh jujur… sejak hari itu, aku nggak pernah lagi main-main sama yang namanya “api nyasar”


Sumber : Sun
   Yogyakarta 1959

1 komentar:

Please Comment Here!

LEBIH SERU KLIK DI SINI

POPULAR POSTS