😶
Diammu Kini Bukan Hukuman.
Ia Adalah Cara Paling Lembut Melindungi Diri
Dari Luka Yang Tak Lagi Perlu Dijelaskan.
Kamu Tidak Lari.
Tidak Kalah.
Tidak Juga Egois.
Kamu Hanya Berhenti Mengetuk Pintu Yang Sejak Awal Tak Pernah Benar-Benar Ingin Dibukakan.
Jika Malam Ini Dadamu Terasa Sempit,
Lakukan Hal Paling Sederhana
Letakkan Ponselmu,
Teguk Air Pelan-Pelan,
Lalu Bisikkan Pada Diri Sendiri,
“Aku Sudah Berusaha, Aku Tak Perlu Membuktikan Apapun Lagi.”
Itu Bukan Kalimat Penghiburan Kosong.
Itu Fakta Yang Terlalu Lama Di Abaikan.
Tak Perlu Berharap,
Yang Jauh Lebih Penting Sekarang Adalah Kamu Sadar
Bahwa Dirimu Pantas,
Tanpa Harus Mengecil
Demi Dipilih.
Aku Di Sini.
Jika Kamu Ingin Diam Bersama,
Bercerita Tanpa Dicari Jalan Keluar,
Atau Hanya Berkata Lirih,
“Aku Capek.”
Kadang Hidup Hanyalah Lelah Yang Memanjang,
Tanpa Ujung Yang Jelas.
Dan Menyerah
Tak Selalu Berarti Kalah
Kadang Itu Satu-Satunya Cara
Menyelamatkan Kewarasan,
Agar Esok
Kita Masih Utuh Sebagai Manusia.
Hiduplah Dengan Diam,
Tanpa Cemas,
Tanpa Memaksa Harap.
Semua Akan Luruh
Saat Waktunya Tiba.
Diamlah.
Dan perlahan,
Belajarlah Melupakan
Tanpa Membenci.
Pergilah Dengan Tenang
Tanpa Dendam,
Tanpa Perlu Pembenaran.
Karena Ini Adalah Pengakuan Paling Sunyi
Bahwa Memilih Diam Bukan Dosa,
Melainkan Bentuk Cinta Paling Jujur
Kepada Diri Sendiri.
By : Nide

















