Welcome Comments Pictures

Klik disini

klik disini

Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan

Juli 03, 2026

"Red Flag dalam Hubungan : Tanda Dia Tidak Serius dan Sering Menghilang"

Tulisan ini berangkat dari berbagai cerita dan pengamatan tentang hubungan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kalau terasa dekat dengan pengalamanmu, mungkin karena banyak orang pernah berada di situasi yang serupa.

nidediary.blogspot.com

Kalau ngomong jujur, banyak orang sebenarnya sudah tahu dari awal kalau hubungannya nggak beres. Salah satu tanda paling gampang dilihat itu sebenarnya adalah ketika dia sering hilang tanpa kabar. Hari ini bisa chat panjang, besok tiba-tiba diam saja, lalu muncul lagi seperti tidak ada apa-apa. Tapi ya itu… hati kadang lebih kreatif daripada logika. Kita masih cari alasan, masih kasih kesempatan, masih bilang “mungkin dia lagi sibuk” atau “ya mungkin dia capek”. Tapi kalau kejadian ini terus berulang, itu bukan lagi soal sibuk. Itu sudah jadi pola. 

Pola-pola yang biasanya terjadi :
  1. Tidak benar-benar hadir : Biasanya, orang yang seperti ini memang tidak benar-benar hadir dalam hubungan. Dia ada, tapi hanya saat dia mau. Selebihnya kamu seperti nunggu sesuatu yang tidak pasti, kayak sinyal WiFi di daerah pegunungan kadang ada, kadang hilang, tapi lebih sering bikin emosi. 
  2. Tidak pernah mau membahas masa depan : Setiap kali kamu coba arahkan obrolan ke “kita ini sebenarnya mau ke mana?”, jawabannya selalu kabur. Bisa “jalanin aja dulu”, atau “nanti juga tahu sendiri”, atau versi paling aman : diam dan ganti topik. Masalahnya, hubungan tanpa arah itu capek sendiri. Dan lama-lama kamu sadar, kamu yang mikir sendiri. Kamu yang ngebayangin sendiri. Dia? nggak pernah benar-benar masuk ke arah itu. Hubungan jadi terasa kayak kamu bangun sesuatu sendirian, tapi nunggu orang lain yang nggak jelas mau ikut atau nggak. 
  3. Komitmen yang selalu dihindari : Bukan berarti semua orang harus langsung serius dari awal, tapi kalau setiap kali topik kejelasan muncul dia selalu menghindar atau justru jadi DEFENSIF, itu patut dipertanyakan. Orang yang memang mau serius biasanya tidak alergi dengan kejelasan. Walaupun pelan, biasanya tetap ada usaha untuk memberi kepastian, sampai kamu sendiri bingung kalian ini apa… ya mungkin memang dia nggak mau terikat dari awal.
  4. Usaha dalam hubungan yang tidak seimbang : Hubungan itu bukan cuma soal ngobrol. Tapi soal usaha juga.. Kalau kamu yang selalu mulai chat, kamu yang selalu nyari solusi kalau ada masalah, kamu yang jaga komunikasi… sementara dia hanya muncul kalau lagi mood, dan tanpa sadar kamu bukan lagi sedang menjalani hubungan. Kamu lebih kayak lagi ngejar seseorang yang bahkan nggak berhenti di tempat yang sama.
Pada akhirnya, kita masuk ke fase yang paling bikin bingung. Mulai bertanya, sebenarnya hubungan ini mau dibawa ke mana? Karena setiap kali kamu mencoba mencari kejelasan, jawabannya selalu mengambang.

Kamu mulai sadar kalau kamu lebih sering bertanya dalam hati daripada benar-benar mendapat jawaban. Di titik ini, banyak orang sudah lelah, tapi juga susah buat pergi. Soalnya, di tengah semua ketidakjelasan itu masih ada perhatian kecil yang bikin bertahan. Kadang dia datang dengan manis, ngobrol seperti biasa, bikin kamu merasa, “oh, ternyata masih ada harapan.” Tapi nggak lama kemudian, dia menghilang lagi tanpa arah.

Dan di situlah masalahnya. Semuanya berubah jadi siklus. Dekat, jauh, dekat lagi, lalu hilang lagi. Dan kamu menjadi terbiasa dan menganggap itu hal yang wajar.

Padahal kalau dilihat dari luar, orang lain mungkin sudah lebih dulu melihat polanya. Tapi saat kita ada di dalamnya, semuanya terasa jauh lebih rumit. Karena yang kita pegang bukan cuma fakta, tapi juga perasaan.

Makanya banyak orang bertahan bukan karena hubungannya sehat, tapi karena sudah terlalu banyak memberi. Waktu, perhatian, pikiran, bahkan harapan. Rasanya sayang kalau semua itu dilepas begitu saja.

Padahal, disitulah hubungan seperti ini pelan-pelan menguras energi. Bukan cuma bikin capek hati, tapi juga bikin kita kehilangan fokus ke diri sendiri. Tanpa sadar, kita lebih sibuk menunggu daripada menjalani hidup.

Kalau sudah sampai di titik ini, sebenarnya kamu nggak perlu lagi mencari tanda tambahan. Tanda-tandanya sudah ada dari awal, hanya saja kita sering menunda untuk mengakuinya.

Kadang kita juga bertanya sendiri, kenapa dia bisa seperti itu? Kenapa setelah sekian lama dia bisa menghilang tanpa penjelasan? Kenapa semuanya nggak diselesaikan dengan jujur, biar nggak ninggalin orang dalam tanda tanya? Kenapa nggak jadi GENTLEMAN dan mengakhiri semuanya dengan baik?

April 08, 2026

Titik Terendah : Ketika Harus Mengasihani Diri Sendiri

TULISAN INI LAHIR DARI PENGAMATAN DAN PERENUNGAN TENTANG RASA YANG SERING DIALAMI BANYAK ORANG. TENTANG LELAH, TENTANG BERTAHAN, TENTANG PERASAAN YANG KADANG TAK TERDENGAR DALAM SEBUAH HUBUNGAN.  BUKAN KISAH SATU ORANG DAN BUKAN PULA POTRET HIDUP TERTENTU HANYA RANGKUMAN RASA YANG MUNGKIN PERNAH SINGGAH DI SIAPA SAJA.




Aku pernah merasa kuat.
Merasa bisa menanggung apa pun, selama aku tahu ada dia di sampingku. Aku pernah berpikir bahwa selama aku mencintai dengan tulus, dunia akan baik-baik saja. Tapi nyatanya tidak.

Hari ini, aku duduk sendirian. Diam. Hening. Lalu tanpa aba-aba, air mata menetes. Bukan karena dipukul… tapi karena perlahan, aku terkikis. Oleh kata-kata yang seolah biasa, tapi menyakitkan. Oleh perlakuan yang tak pernah menganggap perasaanku penting. Oleh sikap diamnya yang menggantikan pelukan. Oleh semua hal yang pelan-pelan membuatku merasa… sendirian, meski bersama.

Aku sampai di titik ini, titik terendah bukan karena aku gagal, tapi karena aku lelah terus berjuang sendirian dalam hubungan yang seharusnya saling.

Sakit rasanya ketika orang yang kuanggap rumah, malah membuatku merasa asing di dalamnya.
Sakit rasanya saat setiap pendapatku dianggap salah, saat aku cuma ingin didengar, bukan dihakimi. Aku bukan butuh dibela, aku cuma ingin dipahami.

Lalu di antara hening itu, aku sadar…
Aku mulai mengasihani diriku sendiri. Dan di situlah titik terendahku.

Aku bertanya-tanya , kenapa aku tetap bertahan padahal hatiku luka?
Kenapa aku tetap mencintai, padahal yang kuterima hanya dingin dan alasan?
Kenapa aku menunggu sesuatu yang mungkin takkan pernah datang?

Mungkin karena aku takut sendiri. Mungkin karena aku masih berharap dia akan berubah. Atau mungkin, karena aku sudah terlalu lama menggantungkan kebahagiaanku padanya, sampai lupa bagaimana caranya bahagia sendirian.

Tapi hari ini aku belajar satu hal,
Mengasihani diri sendiri bukan berarti lemah. Itu berarti aku mulai sadar… bahwa aku tidak baik-baik saja. Dan dari situlah, aku bisa mulai menyelamatkan diriku sendiri.

Aku tak tahu apa yang akan terjadi besok. Tapi satu hal yang pasti, aku sedang belajar memeluk diriku sendiri, meski sedang hancur. Aku sedang belajar berkata,
“Kamu berharga. Kamu pantas bahagia. Kamu cukup, bahkan ketika dia tak pernah membuatmu merasa cukup.”

Titik terendah ini bukan akhir. Ini adalah awal dari perjalananku pulang… ke dalam diriku sendiri.


Moral dari cerita ini bahwa :
Kadang kita terlalu sibuk mempertahankan hubungan, sampai lupa menanyakan satu hal penting: apakah aku masih dihargai di sini?
Kita mengira bertahan itu bukti cinta, padahal bisa jadi itu hanya ketakutan untuk sendiri. Cerita itu mengingatkan bahwa rasa lelah, luka, dan kesepian dalam hubungan bukan sesuatu yang harus dinormalisasi.

Mei 20, 2025

Saatnya Lepas Dari Hubungan Yang Bikin Capek Mental (TOXIC RELATIONSHIP) 🚩🚩🚩

Pernah merasa capek sampai lelah banget dalam sebuah hubungan? Bisa jadi itu tanda hubungan yang nggak sehat. Yuk, kenali tanda-tandanya dan mulai sayangi diri kamu dengan cara yang benar!


Pernah nggak sih kamu merasa capek banget dalam suatu hubungan? Bukan cuma capek fisik, tapi juga capek hati dan pikiran. Kalau iya, bisa jadi kamu lagi terjebak di dalam toxic relationship alias hubungan yang nggak sehat.

Hubungan yang beracun ini nggak cuma bisa terjadi dalam percintaan aja, tapi juga bisa muncul dalam pertemanan. Dan yang paling nyakitin, kadang kita nggak langsung sadar. Tiba-tiba aja, kita ngerasa makin kehilangan diri sendiri.

Biasanya, hubungan begini dipenuhi dengan manipulasi, drama, kritik terus-menerus, dan kurangnya empati. Kalau dibiarkan, bisa ngaruh banget ke kesehatan mental dan bikin kita ngerasa nggak berharga.

Yuk, coba cek beberapa tanda-tandanya. Siapa tahu, ini jadi wake-up call buat kamu:

🚩Tanda - Tanda Hubungan yang Nggak Sehat 🚩
  1. Mainin Perasaan : Kamu sering dibuat merasa bersalah, walaupun nggak salah. Kamu mulai meragukan dirimu sendiri, semua karena dia tahu gimana cara ngontrol kamu lewat emosi.
  2. Ada Kekerasan : Entah itu fisik, verbal, atau emosional ini udah jelas red flag besar. Nggak ada alasan yang cukup untuk mewajarkan kekerasan dalam hubungan.
  3. Nggak Jadi Diri Sendiri : Rasanya kayak harus pura-pura terus biar dia nggak marah atau nggak ninggalin kamu.
  4. Kurang Dukungan : Mimpi kamu diremehkan, pencapaian kamu dianggap remeh. Kayak nggak ada semangat dari dia buat kamu berkembang.
  5. Cemburu Berlebihan dan Posesif : Semua gerak-gerik kamu diawasi. Temen dicurigain, bahkan kerjaan bisa dipermasalahin.
  6. Mau Ngatur Segalanya : Dari pertemanan sampai keputusan hidup, semua harus sesuai maunya dia.
  7. Komunikasi Negatif : Obrolan isinya cuma sindiran, sarkasme, atau bahkan makian. Jarang banget dapet apresiasi atau dukungan.
  8. Perubahan Sikap Nggak Jelas : Hari ini manis, besok dingin kayak es batu. Bikin kamu bingung sendiri.
  9. Bawa Energi Negatif : Tiap kali bareng dia, kamu justru merasa makin lelah, gelisah, dan nggak bahagia.

Mei 19, 2025

Tentang DI DENGAR & DI HARGAI Dalam Sebuah Hubungan


nidediary.blogspot.com


Ketika kita sedang menjalin sebuah hubungan, ada saat di mana mungkin kita mulai merasa asing. Bukan karena jarak fisik yang memisahkan, tapi karena jarak emosional yang tak terasa tumbuh di antara dua hati. Salah satu tandanya  ketika pasangan kita nggak lagi mendengarkan ataupun menghargai kita.

Di awal- awal hubungan,  semuanya terasa hangat. Setiap kali kita cerita didengarkan dengan penuh antusiasme dan perhatian. Tapi seiring berjalannya waktu, perlakuan seperti itu mulai memudar. Ucapan kita sering kali dipotong sebelum selesai, pandangan pasangan kita saat kita bicara mulai tidak fokus, dan ada yang lebih buruk lagi pasangan kita tampak nggak peduli.

Mungkin ada diantara kalian yang pernah ada di situasi seperti ini di mana kita cerita, tapi kayak ngomong sama tembok? Awalnya sih biasa aja. Kita mikir, "Ah, mungkin dia lagi capek." Tapi lama-lama, kok semakin sering. Kalau kita ngomong, dia malah cuek atau apalah. Kita lagi curhat, dia malah motong dan merubah topik. Sampai akhirnya kita mulai banyak mikir sendiri, nyimpen sendiri dan lebih baik diem aja, karena ngerasa udah nggak ada tempat buat cerita, percuma ngomong kalau nggak didengerin juga. Padahal dulu enggak begitu. Dulu dia dengerin, sabar, bisa jadi tempat pulang. Tapi sekarang? ........ 

Kadang, ini bukan tentang masalah besar. Tapi tentang luka kecil yang terus-menerus datang. Cerita-cerita kita yang dianggap remeh. Isi hati yang diabaikan. Dan akhirnya kita merasa sendirian walaupun berada dalam suatu hubungan yang seharusnya dijalani berdua dan saling mendukung.

Januari 08, 2025

TIPE-TIPE COWOK YANG DI BYE AJALAH !


Kali ini kita akan bahas tentang Tipe-Tipe Cowok Versi NideDiary: Dari yang Bikin Gemes Sampai yang Bikin Makan Hati.

Namanya juga manusia, pasti punya sifat yang beda-beda. Tapi ya, pada dasarnya tetap satu tujuan : mencari bahagia. Jadi wajar aja kalau di dunia ini ada berbagai macam tipe orang ada yang biasa aja, ada yang super baik, ada juga yang... yah, kamu tahu sendirilah.


Nggak usah panjang lebar 5 x 2, langsung aja kita cicipin macam-macam kue enak ... Eh kita cermati satu per satu tipe cowok ala kue lebaran versi NideDiary!


1. COWOK MLEMPEM
Ini nih tipe cowok yang kalau soal nyali sama cewek tuh... kecil banget. Udah suka, udah naksir, tapi giliran mau nyatain cinta langsung keder. Bukannya maju, malah mundur duluan karena takut di tolak. Cowok tipe ini sering terlalu mikir panjang, sampai akhirnya nggak jadi ngapa-ngapain. Hasilnya? Ya cuma bisa ngelus dada sambil liat si doi di samber orang lain.
Sayang banget ya... padahal cinta itu soal keberanian juga, bro!

2. COWOK GOMBAL
Andalan utama cowok ini? Rayuan maut! Dikit-dikit manis, dikit-dikit gombali , tapi sayangnya cuma manis di mulut doang. Janji surga bertebaran, tapi realitanya? Nol besar. Cewek yang keburu baper biasanya berakhir kesel karena harapannya cuma di angkat, terus dijatuhin gitu aja.
Fix, cowok kayak gini bisa bikin gula darah naik turun!

Juli 20, 2019

πŸ’… "Wanita Seperti GELAS-GELAS KACA"


πŸ’Œ

🍺 Wanita.....Layaknya gelas-gelas kaca, indah dan bening sekaligus rapuh.
🍺 Butuh kehati-hatian dalam merawatnya.
🍺 Sekali ia pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali.
🍺 Bahkan terkadang pecahannya itu bisa melukai, menyakiti orang-orang disekitarnya.
("Ust. DR. Syafiq Basalamah - Hafizhahulloh")

."Para wanita disamakan dengan gelas kaca karena cepatnya mereka berubah dari ridho menjadi tidak ridho, mudah fikirannya berubah. 
Layaknya gelas kaca mereka sangat cepat pecah dan tidak dapat menerima perlakuan kasar dan keras” 
(Fathul Baari oleh Ibnu Hajar Rohimahullah hal. 18-19/XIV terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA)

Mei 13, 2014

Kriteria Suami Idaman Menurut Barisan Wanita Karier

  

Inilah beberapa kriteria suami idaman menurut beribu-ribu eh beberapa barisan wanita kikir karier berdasarkan survey ala NideDiary....hehehe, bagi laki-laki tulen yang penasaran silahkan simak dengan seksama. Mohon maaf karena untuk menjaga privasi mereka maka  nama-nama artis  narasumber sengaja dibuang disamarkan.

@Melati Suci Mewangi :                                                     
Suami idaman saya adalah seorang lelaki yang setia , banyak duit , tidak pelit , perhatian , penyayang , sayang orangtua / keluarga , rajin beribadah . 

Maret 16, 2013

Kenapa Seseorang Selingkuh ???

In Love

Kenapa sih orang-orang itu kok doyan banget selingkuh? Apa selingkuh udah jadi hobi nasional, apa gimana? πŸ˜‚
Tenang... tenang... jangan emosi dulu. Aku udah merangkum beberapa alasan konyol eh, maksudnya “serius tapi absurd” kenapa orang suka selingkuh. 

Yuk simak penuturan dari para pakar selingkuh garis keras berikut ini. #radhing 🀭

1. Karena dia ngerasa masih laku.
Yes! Padahal wajahnya udah kayak sandal jepit kelindes motor, tapi tetap percaya diri merasa jadi incaran banyak hati.

2. Karena nggak bahagia sama pasangan.
Katanya sih kurang senyum, kurang perhatian, padahal pas disenyumin malah dikira mau ngutang.

3. Karena merasa kurang diperhatikan.
Lha ya kalau tiap hari pasangannya sibuk mabar atau ngurus ikan cupang, ya wajar sih... (tapi tetap aja, selingkuh bukan solusi, bro!).

4. Karena komunikasi minimalis.
Yang diomongin cuma "udah makan belum?" atau "nanti beli sabun ya", sisanya diem-dieman kayak lagi main tebak gambar.

5. Karena bosan.
Yaelah, makan rendang tiap hari juga enak kok, asal jangan disajikan pakai plastik kresek.

6. Karena nggak cinta sama pasangannya.
Udah gitu masih juga dilanjutin hubungannya. Niatnya apa, bro? Cuma numpang Netflix?

7. Karena pengin berpetualang cinta.
Kira-kira kayak Dora the Explorer, tapi versi cinta-cintaan. Bedanya Dora nggak nyakitin perasaan siapa pun.

Januari 24, 2013

Apakah Salah Suka Sama Orang Yang Lebih Muda Dari Kita

Apakah salah suka sama orang yang lebih muda dari kita , apalagi jauh dibawah umur kita , secara kita adalah wanita.
  • Kata nenek "Salah besar! Gak pantes! Masa wanitanya lebih tua dari lakinya? Dunia kebalik apa gimana?"
    Duh nek, standar banget. Tapi yaudahlah, namanya juga generasi yang dibesarkan bareng radio tabung dan surat cinta pakai kertas binder.
  • Kata orangtua "Jelas salah dong. Kamu harus cari yang lebih dewasa secara umur, biar bisa bimbing kamu."
    Oke, noted. Tapi kan kadang yang lebih tua juga belum tentu ngerti cara bimbing hidup, boro-boro bimbing aku... ngecharge HP sendiri aja nanya terus.
  • Kata budaya timur kita "Apa kata orang nanti? Masa sih wanitanya lebih tua?"
    Yhaaaa... balik lagi ke ‘kata orang’. Emangnya kita pacaran sama orang sekampung?
  • Kata oknum artis "Hari gini dapet brondong? WOW, keren dong!"
    Nah ini baru vibes ... Brondong is the new black!
  • Kata orang yang saling jatuh cintrong cinta “Gak ada salahnya lah. Kalau udah cinta, logika hapus.”
    Ya bener juga sih, kadang cinta itu kayak sinyal WiFi nggak keliatan, tapi kalau dapet... ya nyambung aja.
  • Kata makluk berbahasa alien “Cere mere kene, keremekene ceremeke be rene reke cere...wkwkwkw……”
    Ini mah udah lost in translation. Tapi setidaknya mereka juga punya pendapat. Walau agak... beda.
  • Kata seorang ibu “Syah-syah aja, asal keduanya memang saling mengerti.”
    Ibu bijak banget. Ini nih tipe yang kalau ngomong bikin adem. Cocok buat dijadiin penasehat cinta sekaligus penentu menu buka puasa.
  • Kata seorang wanita karier "Salah. Karena walaupun usia tidak menjamin kedewasaan, tapi pengalaman sangat mempengaruhi keputusan.”
    Wow, dalem banget. Ini kayak jawaban di seminar perempuan mandiri dan tangguh. Dikasih standing ovation boleh gak?
  • Klo menurutku "Hmm… salah gak ya? Bingung...!? Tapi, kalau aku boleh kasih pendapat pribadi, kedewasaan itu nggak ditentukan umur. Tapi lebih ke pengalaman hidup dan lingkungan. Karena yang tua belum tentu dewasa, dan yang muda belum tentu bocah. Tergantung isi kepalanya, bukan tanggal lahirnya."

Jadi kesimpulannya...
Suka sama yang lebih muda itu bukan dosa negara, bukan juga pelanggaran HAM, apalagi pasal KUHP. Asal jangan anak di bawah umur yang belum bisa bedain antara cinta dan cicilan KPR, ya. Jangan sampe niat cinta malah berujung sidang.

Toh, hati gak bisa diset kayak alarm. Nggak bisa disuruh: “Eh, suka dong sama yang lahir tahun 80-an ke atas aja!”
Yaelah, kadang hati ini milihnya yang tahun lahirnya beda dua digit, tapi klik-nya itu lho... kayak charger iPhone nemu colokan pas di kafe nyambung banget!

Kalau kata hatiku sih:
Terserah orang mau bilang apa. Yang penting dia gak alergi sama rendang, ngerti cara bales chat nggak tiga jam kemudian, dan tahu bedanya ‘baper’ sama ‘lapar’. Udah itu aja.

Karena pada akhirnya...
Umur itu cuma angka.
Yang penting, kalau diajak ngobrol nyambung. Kalau diajak susah nggak hilang. Dan kalau diajak nikah... ehmmm, ya siapa tau, ya kan? 😝

By Nide
Good Day Comments Pictures


November 01, 2012

9 TEORI CARA MELUPAKAN SESEORANG


Cara Move On dari Mantan (Atau Si Dia yang Pernah Bikin Hidupmu Berantakan Tapi Masih Kamu Pikirin Terus)

Melupakan seseorang itu... teorinya sih gampang banget. Tinggal bilang aja: “Aku udah nggak mikirin dia.”
Tapi pas prakteknya? Astagaaaa... rasanya kayak nyoba diet pas lagi lewat depan warung gorengan. Susahnya minta ampun! 😩

Ya wajar sih, yang kita hadapi ini bukan matematika yang tinggal tambah-kurang-kali-bagi. Ini perasaan dan kenangan... dua makhluk halus yang hobi nongkrong di hati dan pikiran, apalagi kalo orang itu dulu pernah jadi yang paling spesial  mantan, gebetan, atau bahkan toxic ex yang bikin kita trauma sampai ke ubun-ubun. πŸ˜…

Nah, buat kamu yang pengin buka lembaran baru, nggak mau lagi terjebak dalam memori yang kayak kaset rusak itu-itu lagi... ini dia : 

9 Tips Move On Paling Ampuh versi teori setengah waras, tapi wajib dicoba!

1. Niat yang Kuat
Move on itu dimulai dari niat. Bukan niat "aku harus move on karena gengsi", tapi beneran dari hati yang udah capek mikirin orang yang bahkan nggak mikirin kita. Niatin: “Gue harus bahagia, tanpa dia.”

2. Bersihkan Jejak Digitalnya
Hapus nomornya. Bersihin inbox. Archive chat itu boleh, asal jangan tiap hari dibuka sambil senyum-senyum nostalgia. HP kamu itu alat komunikasi, bukan museum kenangan!

Oktober 25, 2012

CERITA KEHIDUPAN PRA NIKAH


πŸ‘§πŸ‘¦
nidediary.blogspot.com


Urip Mung Mampir Ngombe… Tapi Jangan Lupa Ngaca!

Kata orang Jawa, "Urip ki mung mampir ngombe." Hidup tuh cuma numpang minum doang. Habis minum, ya jalan lagi. Gak ada tuh ceritanya nongkrong lama-lama di warung dunia ini. Tapi kenyataannya, banyak dari kita yang udah ngerasa betah banget. Kayak mau pindah KTP duniawi permanen, lupa kalau sebenarnya ini cuma tempat transit doang.

Ironisnya, dunia yang harusnya kita jaga bareng-bareng malah makin rusak. Bukan karena hujan meteor, bukan karena dinosaurusnya bangkit lagi, tapi karena ulah manusia sendiri. Salah satu contohnya ya dari gaya hidup yang makin hari makin kebablasan. Terutama soal seks pranikah / seks bebas. Iya, topik ini agak ‘panas’, tapi yuk kita bahas bareng-bareng... santai aja, nggak usah tegang.

Nah, ini ada beberapa cerita nyata yang bisa jadi bahan renungan kita bersama. Bukan buat ngegibah, tapi biar kita bisa belajar dari kisah orang lain. Simak baik-baik, ya!


πŸ‘‰Cinta Boleh, Tapi Jangan Lupa Sekolah
Ceritanya tentang Joko dan Iyem. Bukan pasangan legenda, tapi cukup bikin geleng-geleng kepala. Joko masih kelas 2 SMA, Iyem kakak kelasnya. Mereka pacaran, ya biasa lah anak muda. Tapi sayangnya, mereka kebablasan. Mabuk cinta sampai lupa pelajaran.

Akhirnya? Mereka DO karena married by accident alias kejeblos sebelum waktunya. Zaman sekarang kayaknya gak trendy kalau nikah gak pake ‘bonus’...naudzubikamindalik. Tapi ya ampun, Joko aja masih minta uang jajan ke emak. Sekarang udah harus mikirin beli susu anak. Hidup berubah drastis, kayak main game tapi langsung loncat ke level boss tanpa senjata.Tapi ya gimana lagi… nasi udah jadi bubur. Dan buburnya, yah… gak bisa disendokin balik ke rice cooker.

πŸ‘‰“Kalau Hamil, Baru Nikah” — Lah, Emang Semudah Itu?
Lanjut ke cerita kedua. Seorang cewek, kita panggil aja Sarah. Dia anak kost yang kerja di kota x, pacarnya mahasiswa rantau juga. Gaya pacaran mereka, udah bukan ‘sayang-sayangan’ lagi. Tapi udah kayak suami istri tanpa surat sah. Parahnya lagi, Sarah udah biasa kayak gitu sejak umur 16 tahun.

Waktu ditanya, “Gak takut hamil?” Dia jawab, “Kalau hamil, baru nikah.” Buzeeeet. Emangnya hidup ini trial version yang bisa diulang?, Kayak beli pulsa aja, habis, baru isi ulang.   

Masalahnya, nggak semua cowok punya rasa tanggung jawab, kalau cowoknya kabur? Tinggal bilang “semangat ya” terus menghilang kayak jin. Habis manis, sepah diblock. Jadi buat yang masih muda, tolong deh... pikir dua tiga kali sebelum ikut-ikutan gaya hidup sex bebas. Nikah itu bukan solusi dari masalah yang kita ciptakan sendiri, apalagi kalau dilakukan dengan cara buru-buru karena panik.

Maret 16, 2012

Tipe Cowok Yang Bikin iLL FeeL


Survey Gajeku..

Jadi, ini tuh hasil survey ngawur-ku ke beberapa teman cewek dan... berdasarkan pengalaman pribadi (yang pahit, manis, asem, gurih, dan kadang pedes kayak sambal ulek emak-emak) tentang tipe-tipe cowok yang bikin ill feel ciwik-ciwik.

Ada yang jawabannya normal, ada juga yang absurd, dan sisanya? Yah, katanya sih "cinta itu buta", jadi walau cowoknya bikin kesel kayak kecoa terbang, tetap dicinta juga. Nggak logis? Ya namanya juga cinta, logika mana kuat nahan hati yang udah meleleh duluan.

Langsung aja ya, ini diaaaaa...


1. Cowok Pelit
Alias: si dompet kaku.
Cewek bilang, "Mending jomblo tapi bisa beli cilok sendiri deh daripada punya pacar yang ngajak jalan tapi minta patungan bensin."
Tapi... kalau ceweknya juga pelit, bisa jadi clash of dompet atau malah jodoh, siapa tahu kan? Dua pelit bersatu bisa hemat luar biasa!


2. Pembohong Kelas Bantam
Kayak tinju ya, ada kelas berat dan kelas bohong.
Yang satu ini doyan banget bohong, entah demi kebaikan, keburukan, atau cuma karena hobinya emang ngebual.

Cewek sih kadang suka juga dibohongi... asal konteksnya pujian:
"Sayang, kamu cantik banget deh hari ini!" (Padahal muka kayak habis berantem sama sapu ijuk)
"Sayang, masakanmu enaaak banget!" (Padahal mie instan aja lebih berbumbu...)

Tapi ya gitu deh, bohong tetep bohong. Kalau sering-sering, lama-lama baunya nyengat juga. Namanya juga bangkai, mau disimpan di kulkas pun tetep bakal busuk.


3. Cowok Nggak Tanggung Jawab
Alias: kabur setelah ngutang... eh. Maksudnya, cowok yang cuma bisa ngomong "iya" tapi pas disuruh bantu, malah ngilang kayak sinyal pas hujan deras.


4. Nggak Tahu Diri sebagai Cowok
Contoh real: cewek bawa tas segede kulkas mini, si cowok malah jalan duluan sambil nyanyi. Lah, situ pacar apa penonton konser?

Ada juga yang hobinya minta-minta. Minta pulsa, minta pinjem uang, minta dibeliin ini-itu. Halo, mas? Ini pacar apa dompet berjalan?


5. Males Mandi
Dosa besar di kalangan cewek.
Alasannya? Banyak banget:

  • “Aku asma, jadi mandi seminggu sekali aja cukup.”

  • “Aku seniman, biar aura nyeniku keluar.”

  • “Aku peduli lingkungan, hemat air buat anak cucu.”

Oke mas, hemat boleh, nyeni juga boleh. Tapi ya jangan sampai jadi bau iklan pestisida.


6. Posesif Abis
Cewek zaman now nggak mau dikekang. Nggak semua cewek itu burung merpati yang harus disimpen di sangkar. Dikit-dikit: “Kamu di mana? Sama siapa? Kenapa senyum?”
Bro, chill... bukan cuma kamu yang punya perasaan.


7. Tukang Tebar Pesona
Dikit-dikit genit, ngasih senyum ke semua cewek, dari yang cakep sampai yang baru bangun tidur.
Maunya semua cewek jadi fans. Ceweknya? Nangis di pojokan sambil nulis di notes: “Laki-laki emang breng...sekal!”


8. Sombong Level Dewa
Ngaku-ngaku paling ganteng, paling pinter, paling kaya, paling segalanya.
Realitanya? Parkir aja masih minta tolong tukang parkir. Hidup kok penuh delusi.


Nah, itu dia sekelumit tipe cowok yang bikin cewek-cewek pada menghela napas panjang dan berkata dalam hati, “Mending beli kucing deh, lebih.....”

Sebenernya masih buanyaaak banget tipe-tipe cowok yang bisa bikin cewek ill feel, tapi... karena aku nulis ini sambil ngantuk berat, dan teman buat disurvey juga udah pada tidur, ya segitu dulu yaaa~

Intinya:
Cewek nggak nyari cowok sempurna kok. Tapi minimal ya jangan bikin kepala cenat-cenut tiap hari. Kalau menurut kamu, tipe cowok yang kayak gimana yang bikin kamu pengen pindah ke planet lain? 🀭



~By Nide~

Februari 14, 2012

EDISI CINTA "VALENTINE'S DAY" ??

"Jajak Pendapat Gak Jelas Tapi Seru Tentang Makna  VaLenTiNe's Day tahun 2012"

Photo By Nide

Dalam rangka Valentine’s Day yang katanya hari kasih sayang aku iseng-iseng ngadain survei dadakan. Siapa targetku? Ya siapa aja yang kelihatan hidup: ibu-ibu, bapak-bapak, mas-mas, mbak-mbak, dan para ABG labil.

Hasilnya? Yaaa... bisa dibilang lebih rame daripada polling pemilu RW. Ada yang jawab serius, ada yang ngawur, ada juga yang bikin ngakak sampe dompet jatuh. 

Nih dia, hasil surveiku versi ngaco tapi jujur:

πŸ§• VERSI IBU-IBU

@Ibu Sam:
“Tak bermakna, sama aja kayak hari-hari lainnya.”
(Fix ini bu Samiyati tipikal ibu-ibu yang lebih semangat nunggu tanggal promo minyak goreng daripada Valentine.)

@Ibu Arfiiiiin:
“Ra penting! Sama aja kayak Senin.”
(Tegas! Sekali ra penting, tetap ra penting.)

@Ibu Eni:
“Ora ono!” (Tidak ada)
(Simple. Singkat. Padat. Jawa banget.)

@Ibu Yani:
Nggak ngaruh, “Kasih sayang tuh tiap hari, nggak usah nunggu setahun sekali.”
(Ibu Yani ini kayaknya langganan posting quotes bijak di status Facebook.)

@Ibu Titik:
Nggak pernah ngerayain, “Baru kemarin dapet coklat dari suami, itu juga seumur hidup baru sekali.”
(Waaah sweet banget..., huhu.)

@Ibu Narsih:
Opo yow “Kayak hari kasih sayang gitu ya... biasanya makan bareng keluarga, terus anak laki-laki saya ngasih coklat.”

@Ibu Upik:

“Valentine? Aduh saya nggak pernah ikut-ikutan begitu...”
(Tapi ikut-ikutan promo minyak mah gas poll  Bu? wkwk)

πŸ§” VERSI BAPAK-BAPAK & MAS-MAS

@Pak Yanto:
“Oh itu yang tanggal 29 Februari ya?” tidak ada artinya setiap hari sama aja"
(Pak... kalau itu tahun kabisat, bukan Valentine... )

@Mas Andi:
“Kapan toh hari Valentine itu? Aku taunya bulan Suro je.”
(Suro vibes only. Bawaannya mistis, bukan romantis.)

POPULAR POSTS