TULISAN INI LAHIR DARI PENGAMATAN DAN PERENUNGAN TENTANG RASA YANG SERING DIALAMI BANYAK ORANG. TENTANG LELAH, TENTANG BERTAHAN, TENTANG PERASAAN YANG KADANG TAK TERDENGAR DALAM SEBUAH HUBUNGAN. BUKAN KISAH SATU ORANG DAN BUKAN PULA POTRET HIDUP TERTENTU HANYA RANGKUMAN RASA YANG MUNGKIN PERNAH SINGGAH DI SIAPA SAJA.
Aku pernah merasa kuat.
Merasa bisa menanggung apa pun, selama aku tahu ada dia di sampingku. Aku pernah berpikir bahwa selama aku mencintai dengan tulus, dunia akan baik-baik saja. Tapi nyatanya tidak.
Hari ini, aku duduk sendirian. Diam. Hening. Lalu tanpa aba-aba, air mata menetes. Bukan karena dipukul atau dijatuhkan secara kasar… tapi karena perlahan, aku terkikis. Oleh kata-kata yang seolah biasa, tapi menyakitkan. Oleh perlakuan yang tak pernah menganggap perasaanku penting. Oleh sikap diamnya yang menggantikan pelukan. Oleh semua hal yang pelan-pelan membuatku merasa… sendirian, meski bersama.
Aku sampai di titik ini, titik terendah bukan karena aku gagal, tapi karena aku lelah terus berjuang sendirian dalam hubungan yang seharusnya saling.
Sakit rasanya ketika orang yang kuanggap rumah, malah membuatku merasa asing di dalamnya.
Sakit rasanya saat setiap pendapatku dianggap salah, saat aku cuma ingin didengar, bukan dihakimi. Aku bukan butuh dibela, aku cuma ingin dipahami.
Lalu di antara hening itu, aku sadar…
Aku mulai mengasihani diriku sendiri. Dan di situlah titik terendahku.
Aku bertanya-tanya , kenapa aku tetap bertahan padahal hatiku luka?
Kenapa aku tetap mencintai, padahal yang kuterima hanya dingin dan alasan?
Kenapa aku menunggu sesuatu yang mungkin takkan pernah datang?
Mungkin karena aku takut sendiri. Mungkin karena aku masih berharap dia akan berubah. Atau mungkin, karena aku sudah terlalu lama menggantungkan kebahagiaanku padanya, sampai lupa bagaimana caranya bahagia sendirian.
Tapi hari ini aku belajar satu hal,
Mengasihani diri sendiri bukan berarti lemah. Itu berarti aku mulai sadar… bahwa aku tidak baik-baik saja. Dan dari situlah, aku bisa mulai menyelamatkan diriku sendiri.
Aku tak tahu apa yang akan terjadi besok. Tapi satu hal yang pasti, aku sedang belajar memeluk diriku sendiri, meski sedang hancur. Aku sedang belajar berkata,
“Kamu berharga. Kamu pantas bahagia. Kamu cukup, bahkan ketika dia tak pernah membuatmu merasa cukup.”
Titik terendah ini bukan akhir. Ini adalah awal dari perjalananku pulang… ke dalam diriku sendiri.
Moral dari cerita ini bahwa :
Kadang kita terlalu sibuk mempertahankan hubungan, sampai lupa menanyakan satu hal penting: apakah aku masih dihargai di sini?
Kita mengira bertahan itu bukti cinta, padahal bisa jadi itu hanya ketakutan untuk sendiri. Cerita itu mengingatkan bahwa rasa lelah, luka, dan kesepian dalam hubungan bukan sesuatu yang harus dinormalisasi.
Bahwa kesadaran adalah awal penyelamatan. Bahwa mengakui “aku tidak baik-baik saja” jauh lebih berani daripada pura-pura kuat. Dan bahwa kebahagiaan yang digantungkan sepenuhnya pada orang lain, cepat atau lambat, akan runtuh.
Moral paling dalamnya bahwa :
Sebelum berharap orang lain memeluk kita, kita harus belajar memeluk diri sendiri.
Bukan karena egois, tapi karena tanpa itu, cinta apa pun akan terasa timpang. Karena kalau kita terus merasa kecil di tempat yang disebut rumah, mungkin yang perlu kita pulangkan dulu adalah diri kita sendiri.
Mungkin cerita ini tidak memberi jawaban apa pun. Tidak juga menyelesaikan semuanya. Tapi setidaknya, ia jujur tentang rasa lelah yang sering kita sembunyikan. Tentang bertahan yang kadang terasa lebih berat daripada pergi. Kalau ada yang bisa dipetik, mungkin cuma satu, kita berhak dihargai, didengar, dan merasa aman di tempat yang kita sebut rumah. Dan kalau suatu hari semua itu tidak kita temukan di luar sana, barangkali memang sudah waktunya kita berhenti keras pada diri sendiri, lalu pelan-pelan belajar menjaga hati kita sendiri.
Sekian cerita kali ini. Semoga bisa jadi pembelajaran buat kamu yang mungkin sedang berada di titik itu. Dan yang paling penting, JANGAN LUPA BAHAGIA YA GAEEEZ...🥰
By Nide
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Please Comment Here!