| myniceprofile |
Moral di RUANG SUNYI ini :
Puisi ini kayak curahan hati seseorang yang masih belum bisa nerima kehilangan. Entah itu kehilangan orang yang dia sayang, atau kehilangan rasa, harapan, semangat pokoknya sesuatu yang dulu hidup, tapi sekarang bilang dirinya udah “mati”. Kayak mau bilang: “Belum... kamu belum benar-benar hilang. Di mataku, kamu masih ada. Masih hidup dalam kenangan, dalam pandangan, dalam hati.”
Meskipun realitanya mungkin udah berubah, perasaannya belum selesai. Dia belum siap nerima kenyataan.
Moralnya ?
Kadang kita sulit ngelepas, karena buat kita, yang pergi itu masih hidup minimal di dalam hati. Dan itu manusiawi banget. Tapi puisi ini juga kayak pengingat kalau perasaan itu nggak langsung mati cuma karena keadaan berubah. Rasa itu bisa tetap ada, walau orangnya udah pergi, atau situasinya udah beda.
Singkatnya :
Rasa kehilangan itu nggak sesederhana “selesai” atau “mati”. Ada orang yang tetap hidup dalam ingatan, dalam hati. Dan itu nggak salah. Itu bagian dari jadi manusia.
Kalau kamu lagi ngerasa gitu belum bisa move on, belum bisa ikhlas ....ya nggak apa-apa. Proses tiap orang beda. Tapi pelan-pelan, jalanin aja. Karena suatu saat, yang biru itu nggak akan selalu kelabu lagi.