myniceprofile
Rindunya Sesat...
Menggantung Rapuh Di Langit Malam.
Dia Terdiam...
Lalu Berhenti Menjamah Baris-Baris Namamu
Yang Kini Hanya Gema Tanpa Suara.
Menggantung Rapuh Di Langit Malam.
Dia Terdiam...
Lalu Berhenti Menjamah Baris-Baris Namamu
Yang Kini Hanya Gema Tanpa Suara.
By Nide
Moral dari RUANG SUNYI ini :
Adalah kadang rindu itu nggak selalu bisa disampaikan, dan saat orang yang kita rindukan sudah nggak bisa kita jangkau lagi, satu-satunya yang bisa kita lakukan hanyalah diam dan menerima.
Puisi ini pendek, tentang rindu yang udah buntu. Udah nggak tahu harus ke mana. Udah nggak tahu harus ditujukan ke siapa, karena yang dirindukan... mungkin udah pergi. Atau berubah. Atau udah bukan lagi “tempat pulang”.
Kalimat “rindunya sesat”
Rindu itu biasanya punya arah tapi di sini, dia nggak tahu harus ke mana. Dia cuma menggantung rapuh di langit malam, dan akhirnya menyerah. Nggak lagi menyebut nama itu. Nggak lagi berharap.
Jadi moralnya:
Rindu itu manusiawi. Tapi kadang, kita harus belajar menerima bahwa nggak semua rindu bisa dipertemukan. Ada kalanya, melepaskan adalah satu-satunya cara untuk menjaga diri sendiri tetap waras. Dan diam... adalah bentuk paling tulus dari rasa yang pernah ada.
Rindu itu manusiawi. Tapi kadang, kita harus belajar menerima bahwa nggak semua rindu bisa dipertemukan. Ada kalanya, melepaskan adalah satu-satunya cara untuk menjaga diri sendiri tetap waras. Dan diam... adalah bentuk paling tulus dari rasa yang pernah ada.
