Laman
Klik disini
LABeL
- CERITA KAMPUNG (14)
- CINTA (12)
- DIMENSI LAIN (3)
- KARAKTERISTIK (6)
- KECANTIKAN (10)
- KULINER (2)
- NEGERI KONOHA (2)
- PETUAH LANGIT (4)
- PETUALANGAN (9)
- PORTRAIT (35)
- RUANG SUNYI (45)
- SEHAT AJA (8)
klik disini
Januari 08, 2025
TIPE-TIPE COWOK YANG DI BYE AJALAH !
Desember 12, 2023
CARA MENGHITAMKAN & MELENTIKAN BULU MATA SECARA ALAMI
Desember 07, 2022
TIPS AMAN AGAR TIDAK TERTIPU BELANJA DI TOKO ONLINE
Di zaman sekarang, medsos bukan cuma tempat buat ngeliatin story mantan atau stalking gebetan, tapi juga ladang subur buat jualan online. Siapa aja bisa buka toko, tinggal bikin akun, upload foto barang, kasih caption manis, jadi deh! Tapi... hati-hati! Di balik kemudahan itu, ada juga jebakan batman berkedok onlineshop. Alias: TOKO-TOKO TIPU-TIPU! 😱
Nah, biar kamu nggak jadi korban transfer-transfer club yang akhirnya cuma dapet PHP (Paket Hampa Palsu), ini dia beberapa tips anti ketipu belanja online, khususnya buat kamu yang suka checkout via Instagram:
April 14, 2022
UNTUK SAHABAT YANG TERLUKA
By Nide
Moral dari RUANG SUNYI ini :
Adalah bahwa ketika kita melihat orang yang kita sayang sedang terluka dan kita nggak bisa bantu secara langsung hadir dalam diam dan mendoakan dengan tulus pun bisa jadi bentuk cinta yang paling dalam.
Puisi ini nunjukin perasaan seseorang yang begitu peduli sama sahabatnya. Dia lihat sahabatnya terus-terusan menahan luka, senyum tapi sebenarnya lagi nyimpan pedih. Dia pengen bantu, pengen bikin sahabatnya bahagia lagi, tapi dia sadar ada hal-hal yang nggak bisa disentuh hanya dengan kata-kata atau tindakan.
Kadang, dunia orang yang sedang terluka itu seperti dinding tebal kita bisa lihat tapi nggak bisa masuk. Dan saat semua usaha terasa mentok, yang tersisa cuma satu : doa. Doa yang nggak kelihatan, tapi besar maknanya. Doa yang ikut jalan di tiap langkah sahabatnya, meski dia sendiri nggak bisa berada di sana secara nyata.
Februari 07, 2022
AKU DIKEJAR BANASPATI
Agustus 01, 2021
MEMBUMI LEBIH BAIK DARIPADA MELANGIT
![]() |
| 👻 |
Nah, pas lagi ngelirik salah satu etalase baju yang gemes banget, dia nyeletuk polos, “Ih, lucu ya bajunya.”
Dan di situ, ekspresi temennya langsung berubah 180 derajat. Katanya sih kayak campuran antara kaget, sinis, meremehkan, dan sedikit... mual. Bibirnya manyun, matanya nyipit, dan atmosfer mendadak dingin kayak AC di ruang tunggu BPJS.
Yang lebih lucu, ekspresi temennya itu bukan cuma kayak orang heran, tapi udah kayak sedang menganalisis keuangan negara. Padahal ya, yang ngelirik baju siapa, yang kepo siapa, yang langsung nge-judge siapa.
Temenku diem. Antara pengen ketawa, kesel, dan mikir, “Serius nih, cuma ngomong ‘lucu ya’ langsung dinilai kayak mau beli baju harga sebulan SPP?”
Padahal nggak ada niat buat beli, cuma sekadar suka. Tapi dari situ, dia ngerasa dipandang rendah, seolah-olah nggak pantes punya selera bagus karena status ekonominya nggak sekelas. Lah, siapa juga yang ngajarin kalau selera harus sesuai saldo?
Yang nyebelin bukan cuma ekspresi temennya, tapi juga aura merendahkan yang kayak... "aku lebih ngerti hidup daripada kamu." Padahal, kata temenku, kalau dibanding-bandingin, ya sama aja. Bahkan bisa dibilang, si temennya ini juga bukan Forbes 30 under 30, cuma lebih jago nyinyir.
“Aku bukan pengemis gaya,” katanya sambil ketawa, “tapi ekspresi dia tuh bikin isi hati temenku yang empuk jadi bantat.”
Kadang orang memang terlalu gampang menilai. Bahkan dari hal sekecil komentar soal baju. Seolah-olah komentar itu adalah pengakuan resmi: “Saya siap beli barang ini dengan kartu debit platinum.” Padahal kan nggak.
Karena kenyataannya, kita ini semua sama-sama manusia, bedanya cuma versi paket ekonominya aja. Ada yang hidupnya udah di upgrade, ada yang masih nyicil hidup, tapi itu nggak bikin satu lebih tinggi dari yang lain.
Temenku sih sekarang udah nggak terlalu peduli. Katanya, lebih baik punya selera tinggi tapi tetap rendah hati, daripada punya ego setinggi langit tapi dompetnya... ya gitu deh.
Kalau dipikir-pikir, yang paling elegan itu bukan gaya hidup mewah, tapi sikap yang tahu tempat. Yang bisa menilai tanpa menghina, dan bisa tertawa tanpa menyindir.
Semoga cerita ini bisa jadi bahan refleksi. Karena pada akhirnya, dunia ini bukan tentang siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling bisa memanusiakan manusia lain.
Kalau mau menilai orang, berkacalah dulu. Tapi jangan sembarangan kaca. Pakai yang proper kalau bisa, kaca spion mobil orang kaya sekalian, biar kamu bisa lihat betapa kecilnya kita di dunia ini. Kita beda, iya. Tapi beda itu bukan berarti lebih rendah atau lebih tinggi. Hanya... beda.
Mari kita belajar untuk membumi, daripada melangit tapi nggak tahu arah angin.
September 06, 2020
Cara Membedakan Aloe Vera Nature Republik ASLI Dengan Yang Palsu
Produk ini sangat banyak manfaatnya untuk kecantikan kulit kita.
POPULAR POSTS
-
👧👦 nidediary.blogspot.com Urip Mung Mampir Ngombe… Tapi Jangan Lupa Ngaca! Kata orang Jawa, "Urip ki mung mampir ngombe." Hi...
-
Copas Ini adalah ramuan khusus buat para wanita yang ingin mempunyai bulu mata lentik dan hitam..Walaupun agak-agak ribet gimana...
-
Cara Move On dari Mantan (Atau Si Dia yang Pernah Bikin Hidupmu Berantakan Tapi Masih Kamu Pikirin Terus) Melupakan seseorang itu... teo...
-
Aku Bisa Melihat Mereka (Cerita nyata yang tidak semua orang akan percaya) Jujur, aku nggak pernah membayangkan kalau hidupku akan ...
-
nidediary.blogspot.com Semua orang pastilah punya yang namanya garis tawa, semakin tambah umur semakin tampak pula garis tawa itu. Nah...
-
Pantai Tersembunyi Photo By NiDE Minggu kemarin hidupku cuma diisi dua hal yaitu motret dan piknik.. Udah, sesimpel itu....
-
KISAH "MATI SURI" part 1 Perkenalkan namaku Sun , ketika aku berumur 10 tahun aku pernah merasakan mati suri , Se...




