Laman
IKI OPO ?
KESERUAN ADA DISINI
L@BeL
- CERITA KAMPUNG (14)
- CINTA (11)
- DIMENSI LAIN (3)
- KARAKTERISTIK (7)
- KECANTIKAN (10)
- KULINER (2)
- PETUAH LANGIT (4)
- PETUALANGAN (9)
- PORTRAIT (35)
- RUANG SUNYI (45)
- SEHAT AJA (8)
LEBIH SERU KLIK DI SINI
Desember 30, 2025
Gak Semua Orang Siap Dikritik, Bro!
Desember 25, 2025
PENGAKUAN PALING SUNYI
πΆ
Diammu Kini Bukan Hukuman.
Ia Adalah Cara Paling Lembut Melindungi Diri
Dari Luka Yang Tak Lagi Perlu Dijelaskan.
Kamu Tidak Lari.
Tidak Kalah.
Tidak Juga Egois.
Kamu Hanya Berhenti Mengetuk Pintu Yang Sejak Awal Tak Pernah Benar-Benar Ingin Dibukakan.
Jika Malam Ini Dadamu Terasa Sempit,
Lakukan Hal Paling Sederhana
Letakkan Ponselmu,
Teguk Air Pelan-Pelan,
Lalu Bisikkan Pada Diri Sendiri,
“Aku Sudah Berusaha, Aku Tak Perlu Membuktikan Apapun Lagi.”
Itu Bukan Kalimat Penghiburan Kosong.
Itu Fakta Yang Terlalu Lama Di Abaikan.
Tak Perlu Berharap,
Yang Jauh Lebih Penting Sekarang Adalah Kamu Sadar
Bahwa Dirimu Pantas,
Tanpa Harus Mengecil
Demi Dipilih.
Aku Di Sini.
Jika Kamu Ingin Diam Bersama,
Bercerita Tanpa Dicari Jalan Keluar,
Atau Hanya Berkata Lirih,
“Aku Capek.”
Kadang Hidup Hanyalah Lelah Yang Memanjang,
Tanpa Ujung Yang Jelas.
Dan Menyerah
Tak Selalu Berarti Kalah
Kadang Itu Satu-Satunya Cara
Menyelamatkan Kewarasan,
Agar Esok
Kita Masih Utuh Sebagai Manusia.
Hiduplah Dengan Diam,
Tanpa Cemas,
Tanpa Memaksa Harap.
Semua Akan Luruh
Saat Waktunya Tiba.
Diamlah.
Dan perlahan,
Belajarlah Melupakan
Tanpa Membenci.
Pergilah Dengan Tenang
Tanpa Dendam,
Tanpa Perlu Pembenaran.
Karena Ini Adalah Pengakuan Paling Sunyi
Bahwa Memilih Diam Bukan Dosa,
Melainkan Bentuk Cinta Paling Jujur
Kepada Diri Sendiri.
By : Nide
Juni 05, 2025
CERITA GOKIL
Yap! Cerita dalam cerita lagi nih, gengs. Kali ini aku mau bagi cerita konyol dari keseharian bareng temen-temen, yang bikin kami ketawa sampe perut kram. Cerita indah penuh tawa dan sedikit kebodohan. Hehehe π
Cerita Episode 1 : “Suara Kucing atau Suara Manusia?”
Jadi, ceritanya dimulai ketika temenku lagi sibuk di dapur tempat kerja. Posisinya lagi menghadap ke timur (nggak tau kenapa aku inget banget arah mata anginnya, padahal nggak penting juga sih π). Nah, pas itu aku baru aja dateng dan berdiri diem-diem di belakangnya, tepat di depan pintu. Dia belum sadar kalau aku ada di situ. Dan... seperti manusia iseng pada umumnya, otakku langsung mikir: "Wah ini momen yang pas buat ngerjain dia nih."
Iya. Aku ngemeong kayak kucing lapar tiga hari. Suara yang kuharap bisa bikin dia panik atau minimal nengok. Tapi ternyata… reaksinya lebih dari ekspektasi!
Terus dia mulai nyariin tuh ‘kucing’ di pojokan dapur, nyari ke bawah meja, nyorot-nyorot pakai mata kayak detektif pencari hewan hilang.
Mei 20, 2025
Saatnya Lepas Dari Hubungan Yang Bikin Capek Mental (TOXIC RELATIONSHIP) π©π©π©
- Mainin Perasaan : Kamu sering dibuat merasa bersalah, walaupun nggak salah. Kamu mulai meragukan dirimu sendiri, semua karena dia tahu gimana cara ngontrol kamu lewat emosi.
- Ada Kekerasan : Entah itu fisik, verbal, atau emosional ini udah jelas red flag besar. Nggak ada alasan yang cukup untuk mewajarkan kekerasan dalam hubungan.
- Nggak Jadi Diri Sendiri : Rasanya kayak harus pura-pura terus biar dia nggak marah atau nggak ninggalin kamu.
- Kurang Dukungan : Mimpi kamu diremehkan, pencapaian kamu dianggap remeh. Kayak nggak ada semangat dari dia buat kamu berkembang.
- Cemburu Berlebihan dan Posesif : Semua gerak-gerik kamu diawasi. Temen dicurigain, bahkan kerjaan bisa dipermasalahin.
- Mau Ngatur Segalanya : Dari pertemanan sampai keputusan hidup, semua harus sesuai maunya dia.
- Komunikasi Negatif : Obrolan isinya cuma sindiran, sarkasme, atau bahkan makian. Jarang banget dapet apresiasi atau dukungan.
- Perubahan Sikap Nggak Jelas : Hari ini manis, besok dingin kayak es batu. Bikin kamu bingung sendiri.
- Bawa Energi Negatif : Tiap kali bareng dia, kamu justru merasa makin lelah, gelisah, dan nggak bahagia.
Mei 19, 2025
Tentang DI DENGAR & DI HARGAI Dalam Sebuah Hubungan
![]() |
| nidediary.blogspot.com |
Ketika kita sedang menjalin sebuah hubungan, ada saat di mana mungkin kita mulai merasa asing. Bukan karena jarak fisik yang memisahkan, tapi karena jarak emosional yang tak terasa tumbuh di antara dua hati. Salah satu tandanya ketika pasangan kita nggak lagi mendengarkan ataupun menghargai kita.
Di awal- awal hubungan, semuanya terasa hangat. Setiap kali kita cerita didengarkan dengan penuh antusiasme dan perhatian. Tapi seiring berjalannya waktu, perlakuan seperti itu mulai memudar. Ucapan kita sering kali dipotong sebelum selesai, pandangan pasangan kita saat kita bicara mulai tidak fokus, dan ada yang lebih buruk lagi pasangan kita tampak nggak peduli.
Mungkin ada diantara kalian yang pernah ada di situasi seperti ini di mana kita cerita, tapi kayak ngomong sama tembok? Awalnya sih biasa aja. Kita mikir, "Ah, mungkin dia lagi capek." Tapi lama-lama, kok semakin sering. Kalau kita ngomong, dia malah cuek atau apalah. Kita lagi curhat, dia malah motong dan merubah topik. Sampai akhirnya kita mulai banyak mikir sendiri, nyimpen sendiri dan lebih baik diem aja, karena ngerasa udah nggak ada tempat buat cerita, percuma ngomong kalau nggak didengerin juga. Padahal dulu enggak begitu. Dulu dia dengerin, sabar, bisa jadi tempat pulang. Tapi sekarang? ........
Kadang, ini bukan tentang masalah besar. Tapi tentang luka kecil yang terus-menerus datang. Cerita-cerita kita yang dianggap remeh. Isi hati yang diabaikan. Dan akhirnya kita merasa sendirian walaupun berada dalam suatu hubungan yang seharusnya dijalani berdua dan saling mendukung.
Januari 08, 2025
TIPE-TIPE COWOK YANG DI BYE AJALAH !
Desember 12, 2023
CARA MENGHITAMKAN & MELENTIKAN BULU MATA SECARA ALAMI
Desember 07, 2022
TIPS AMAN AGAR TIDAK TERTIPU BELANJA DI TOKO ONLINE
Di zaman sekarang, medsos bukan cuma tempat buat ngeliatin story mantan atau stalking gebetan, tapi juga ladang subur buat jualan online. Siapa aja bisa buka toko, tinggal bikin akun, upload foto barang, kasih caption manis, jadi deh! Tapi... hati-hati! Di balik kemudahan itu, ada juga jebakan batman berkedok onlineshop. Alias: TOKO-TOKO TIPU-TIPU! π±
Nah, biar kamu nggak jadi korban transfer-transfer club yang akhirnya cuma dapet PHP (Paket Hampa Palsu), ini dia beberapa tips anti ketipu belanja online, khususnya buat kamu yang suka checkout via Instagram:
April 14, 2022
UNTUK SAHABAT YANG TERLUKA
By Nide
Moral dari RUANG SUNYI ini :
Adalah bahwa ketika kita melihat orang yang kita sayang sedang terluka dan kita nggak bisa bantu secara langsung hadir dalam diam dan mendoakan dengan tulus pun bisa jadi bentuk cinta yang paling dalam.
Puisi ini nunjukin perasaan seseorang yang begitu peduli sama sahabatnya. Dia lihat sahabatnya terus-terusan menahan luka, senyum tapi sebenarnya lagi nyimpan pedih. Dia pengen bantu, pengen bikin sahabatnya bahagia lagi, tapi dia sadar ada hal-hal yang nggak bisa disentuh hanya dengan kata-kata atau tindakan.
Kadang, dunia orang yang sedang terluka itu seperti dinding tebal kita bisa lihat tapi nggak bisa masuk. Dan saat semua usaha terasa mentok, yang tersisa cuma satu : doa. Doa yang nggak kelihatan, tapi besar maknanya. Doa yang ikut jalan di tiap langkah sahabatnya, meski dia sendiri nggak bisa berada di sana secara nyata.
Februari 07, 2022
AKU DIKEJAR BANASPATI
Agustus 01, 2021
MEMBUMI LEBIH BAIK DARIPADA MELANGIT
![]() |
| π» |
Nah, pas lagi ngelirik salah satu etalase baju yang gemes banget, dia nyeletuk polos, “Ih, lucu ya bajunya.”
Dan di situ, ekspresi temennya langsung berubah 180 derajat. Katanya sih kayak campuran antara kaget, sinis, meremehkan, dan sedikit... mual. Bibirnya manyun, matanya nyipit, dan atmosfer mendadak dingin kayak AC di ruang tunggu BPJS.
Yang lebih lucu, ekspresi temennya itu bukan cuma kayak orang heran, tapi udah kayak sedang menganalisis keuangan negara. Padahal ya, yang ngelirik baju siapa, yang kepo siapa, yang langsung nge-judge siapa.
Temenku diem. Antara pengen ketawa, kesel, dan mikir, “Serius nih, cuma ngomong ‘lucu ya’ langsung dinilai kayak mau beli baju harga sebulan SPP?”
Padahal nggak ada niat buat beli, cuma sekadar suka. Tapi dari situ, dia ngerasa dipandang rendah, seolah-olah nggak pantes punya selera bagus karena status ekonominya nggak sekelas. Lah, siapa juga yang ngajarin kalau selera harus sesuai saldo?
Yang nyebelin bukan cuma ekspresi temennya, tapi juga aura merendahkan yang kayak... "aku lebih ngerti hidup daripada kamu." Padahal, kata temenku, kalau dibanding-bandingin, ya sama aja. Bahkan bisa dibilang, si temennya ini juga bukan Forbes 30 under 30, cuma lebih jago nyinyir.
“Aku bukan pengemis gaya,” katanya sambil ketawa, “tapi ekspresi dia tuh bikin isi hati temenku yang empuk jadi bantat.”
Kadang orang memang terlalu gampang menilai. Bahkan dari hal sekecil komentar soal baju. Seolah-olah komentar itu adalah pengakuan resmi: “Saya siap beli barang ini dengan kartu debit platinum.” Padahal kan nggak.
Karena kenyataannya, kita ini semua sama-sama manusia, bedanya cuma versi paket ekonominya aja. Ada yang hidupnya udah di upgrade, ada yang masih nyicil hidup, tapi itu nggak bikin satu lebih tinggi dari yang lain.
Temenku sih sekarang udah nggak terlalu peduli. Katanya, lebih baik punya selera tinggi tapi tetap rendah hati, daripada punya ego setinggi langit tapi dompetnya... ya gitu deh.
Kalau dipikir-pikir, yang paling elegan itu bukan gaya hidup mewah, tapi sikap yang tahu tempat. Yang bisa menilai tanpa menghina, dan bisa tertawa tanpa menyindir.
Semoga cerita ini bisa jadi bahan refleksi. Karena pada akhirnya, dunia ini bukan tentang siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling bisa memanusiakan manusia lain.
Kalau mau menilai orang, berkacalah dulu. Tapi jangan sembarangan kaca. Pakai yang proper kalau bisa, kaca spion mobil orang kaya sekalian, biar kamu bisa lihat betapa kecilnya kita di dunia ini. Kita beda, iya. Tapi beda itu bukan berarti lebih rendah atau lebih tinggi. Hanya... beda.
Mari kita belajar untuk membumi, daripada melangit tapi nggak tahu arah angin.
September 06, 2020
Cara Membedakan Aloe Vera Nature Republik ASLI Dengan Yang Palsu
Produk ini sangat banyak manfaatnya untuk kecantikan kulit kita.
Mei 10, 2020
Jajanan Tradisional di Jogja
![]() |
| Photo By NiDE |
Setiap kota di Indonesia itu kayak punya "harta karun" kuliner khas masing-masing. Bukan cuma rendang atau sate doang, tapi jajanan tradisionalnya juga nggak kalah menggoda iman (dan timbangan). Nah, kalau ngomongin soal Jogja, duh... jangan ditanya lagi. Kota ini gudangnya jajanan tradisional yang bisa bikin kamu auto nostalgia ke masa kecil waktu masih polos dan belum mikir cicilan.
Jajanan khas Jogja masih eksis banget, lho. Kamu bisa nemuin di warung-warung khusus jajanan yang tersebar manja di sudut-sudut kota, atau di pasar-pasar tradisional yang aromanya selalu menggoda.
Jujur nih ya... kayaknya udah bertahun-tahun aku nggak ngelirik jajanan tradisional. Bukan karena selera berubah jadi fancy-fancy gitu, tapi lebih ke: jarang aja keliling cari jajanan beginian. Maklum, hidup kadang lebih sibuk mikirin kuota habis daripada kue lupis.
Eh, tapi... rejeki emang nggak ke mana. Tanpa dicari-cari, aku dikirimi jajanan tradisional ini sama temen baik hati, yang entah kenapa bisa sebaik itu. Gratis pula! π.
Sebelum jajanan ini lenyap tak bersisa karena disantap bersama pasukan lapar, aku sempetin buat jepret dulu. Karena tahu diri enggak bisa bikin konten aesthetic ala food blogger, ya udahlah ya, yang penting ada bukti sejarah bahwa jajanan ini pernah mampir ke hidupku.
Eh iya, meski ini jajanan khas Jogja, sekarang udah mulai banyak juga dijual di kota-kota lain. Jadi, jangan sedih kalau kamu lagi merantau. Siapa tahu tiba-tiba nemu gethuk atau klepon di warung deket kos, itu tandanya semesta sedang berpihak padamu.
Okaaaay… supaya enggak makin penasaran (dan supaya aku ada alasan buat upload foto), yuk mari kita lihat beberapa jepretan jajanan tradisional khas Jogja yang berhasil aku selamatkan dari kepungan para tukang ngunyah.
Jenang tawonan ini bukan nama jurus silat atau tokoh pewayangan ya, gaes. Ini jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula jawa, dan santan. Walau bahan-bahannya sederhana, tapi rasanya… luar biasa! Manisnya pas, gurihnya santan nendang, dan teksturnya lembut membelai lidah kayak kasih sayang ibu kos waktu nanyain uang kontrakan. π , tapi ya sebenernya selera masing-masing sih..
Biasanya jenang ini tampil kalem dalam warna coklat keemasan, lengket-lengket syahdu, dan aromanya tuh... wangi khas gula jawa yang menggoda iman. Cocok banget buat nemenin ngeteh sore atau jadi pengganjal hati saat dompet lagi seret tapi mulut pengin yang manis-manis.
Kalau nemu jenang tawonan di pasar tradisional, jangan ragu-ragu. Beli! Biar enggak cuma lidah yang bahagia, tapi juga jiwa raga.
Desember 02, 2019
WISATA SHOKA BUKIT SENJA
Juli 20, 2019
π "Wanita Seperti GELAS-GELAS KACA"
πΊ Butuh kehati-hatian dalam merawatnya.
πΊ Sekali ia pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali.
πΊ Bahkan terkadang pecahannya itu bisa melukai, menyakiti orang-orang disekitarnya.
."Para wanita disamakan dengan gelas kaca karena cepatnya mereka berubah dari ridho menjadi tidak ridho, mudah fikirannya berubah.
Juni 05, 2019
SIAPA AKU
~NIDE~
Moral dari RUANG SUNYI ini :
Adalah bahwa kadang, di balik tawa, di balik sorotan, dan di balik sosok yang tampak kuat atau dikenal, ada seseorang yang sebenarnya sedang merasa kosong, ragu, bahkan kehilangan arah tentang siapa dirinya sendiri.
Puisi ini menggambarkan seseorang yang mungkin tampak "penuh" di mata orang lain tertawa, punya teman, bahkan dikenal banyak orang. Tapi di balik itu semua, dia menyimpan sunyi. Dia merasa seperti hanya menjadi "bagian" dari mimpi orang lain, bagian dari harapan yang bahkan bukan miliknya.
Dan kalimat terakhirnya, “Aku… hanyalah aku. Bukan siapa-siapa,” itu bukan bentuk kelemahan. Itu justru pengakuan paling jujur dari seseorang yang sedang mencari arti dirinya sendiri, di tengah dunia yang sering menilai dari apa yang tampak di luar.
Juni 04, 2019
AKU BAGAI LAUTAN TAK BERPIJAK
Moral dari RUANG SUNYI di ini :
Adalah bahwa seberat apa pun hidup menekan dan sekelam apa pun kita merasa tersesat, akan selalu ada satu tempat pulang: Tuhan (Allah SWT).
Puisi ini suara dari jiwa yang lelah. Lelah karena terlalu sering merasa kosong, terluka, hilang arah. Ia menggambarkan dirinya seperti lautan tanpa dasar, kapal karam, angin yang terus menghempas, dan lilin yang pelan-pelan habis dimakan panas. Semua gambaran itu menunjukkan betapa rapuhnya dia, betapa kerasnya hidup mengguncangnya.
Tapi di balik semua keputusasaan itu, ada harapan kecil yang terus dijaga. Ada tekad untuk tetap mencari pegangan, untuk tetap berdiri, meskipun goyah. Sampai akhirnya, saat semua tempat sudah tidak bisa jadi sandaran, dia pulang ke satu-satunya tempat yang tidak pernah mengusir : Tuhan (Allah SWT).
Kalimat terakhir, "Bimbing aku pulang". Itu bukan cuma permintaan. Itu seruan jiwa yang rindu pulang ke tempat di mana luka tak lagi menyakitkan, dan hidup kembali punya arah.
Jadi moralnya : hidup bisa sangat melelahkan dan menyesakkan, tapi jangan pernah lupa bahwa kamu nggak benar-benar sendirian. Saat semuanya terasa hampa, kamu selalu bisa pulang bukan ke suatu tempat, tapi ke Tuhan (Allah SWT). Dan dari situ, kamu bisa mulai lagi. Pelan-pelan, tapi pasti.
April 05, 2019
KITA DALAM SENJA
Moral dari RUANG SUNYI ini :
Bahwa kebahagiaan sejati kadang hadir dalam hal yang paling sederhana bukan dari apa yang kita miliki, tapi dari siapa kita berbagi momen itu.
Puisi ini nggak bicara soal cinta yang heboh atau janji-janji besar. Tapi justru itu yang bikin dalam. Cinta di sini tumbuh dari kebersamaan yang tenang, dari tatapan yang saling paham, dari diam yang penuh makna. Bahkan asap rokok dan secangkir kopi bisa jadi latar kisah yang hangat, kalau dijalani sama orang yang tepat.
Dan di akhir puisinya, terasa banget bahwa mereka bukan cuma penikmat senja, tapi mereka adalah bagian dari senja itu sendiri, bagian dari cerita yang nggak perlu diceritakan dengan kata, cukup dirasakan.
Jadi, intinya:
Kita sering nyari kebahagiaan yang besar, padahal bisa jadi itu ada di hadapan kita di obrolan kecil, di diam yang nyaman, di senja yang kita nikmati bareng seseorang yang kita sayang, tanpa perlu banyak alasan.
Itu bukan cuma puisi. Itu kehidupan. #ceileeeeeeeeee....zzizziziπ
Maret 13, 2019
KEPADA BAHAGIA
![]() |
| Photo by : Nide |
Dan Hujanpun Tak Menjadi
Hingga Waktupun Melaju Terasa Singkat Memisahkan Hati Yang Menetap..
Semoga Bisikan Doa Kita Sampai Kelangit Mendapat JawabNYA..
Moral dari RUANG SUNYI ini :
Bahwa kebersamaan yang tulus nggak selalu butuh waktu lama atau keadaan yang sempurna. Kadang, momen singkat yang dijalani sepenuh hati bisa lebih bermakna daripada waktu yang panjang tapi hampa.
Puisi ini seperti cerita dua orang yang saling hadir di tengah ketidakpastian. Mereka tertawa bareng meski cuaca mendung, tetap bertemu meski hujan turun. Artinya, selama niatnya tulus, rintangan sebesar apa pun bisa dilewati. Tapi waktu ikut campur dan akhirnya mereka harus berpisah.
Namun, yang bikin puisi ini nggak pahit adalah penutupnya ada 'Harapan'. Mereka tetap saling mendoakan, walau terpisah sementara. Karena mereka percaya, ada yang lebih besar dari jarak dan waktu, doa yang jujur, yang mereka titipkan ke langit.
Jadi moralnya :
Kadang kita nggak bisa menahan waktu atau mempertahankan semua hal yang kita sayangi. Tapi kalau hubungan itu dijalani dengan hati, lalu diakhiri dengan doa itu tetap indah. Meskipun belum bersama lagi, perasaan itu nggak pernah sia-sia. #yoi..
Oktober 22, 2018
EGO DUNIAWI
Tak Malu Kepada Tuhanmu Tapi Kau Malu Pada Dunia...
Dunia Itu Relatif, Semua Yang Kau Sebut Puji-Pujianmu Fana...
Dunia Itu Tak Abadi, Apa Yang Kau Harapkan Berlebih Akan Sia-Sia...
Lihatlah Siapa Dirimu, Kau Sibuk Menghitung Bintang-Bintang Sampai Lupa,
Moral dari RUANG SUNYI ini :
Adalah jangan terlalu sibuk mengejar pengakuan dan pujian dari dunia, sampai lupa siapa diri kita sebenarnya, dan sampai lupa untuk jujur di hadapan Tuhan.
Puisi ini menampar dengan cara yang halus tapi dalam. Dunia digambarkan sebagai sesuatu yang sering kita puja-puja, tapi sebenarnya penuh tipuan. Kita sering nyari validasi, pengakuan, tepuk tangan dari orang lain, seolah-olah itu yang bikin kita berarti. Padahal semua itu fana. Nggak abadi. Yang muji bisa aja besok pergi. Yang mengangkat bisa juga menjatuhkan.
Kalimat paling nyentilnya :
"Kau sibuk menghitung bintang-bintang sampai lupa bahwa cermin di depanmu tak pernah kau tatap lama-lama."
Itu artinya, kita sering banget terlalu sibuk melihat ke luar butuh pengakuan, mau dikagumi, mau terlihat hebat tapi lupa bercermin, lupa ngaca, lupa tanya ke diri sendiri: "Sebenernya aku siapa sih? Aku baik nggak? Aku jujur nggak? Aku dekat sama Tuhan nggak?" .... #haiiiisssss
Jadi, moralnya :
Hidup ini terlalu singkat buat dihabiskan demi menyenangkan dunia yang cepat lupa. Lebih penting buat jadi diri sendiri yang jujur, rendah hati, dan dekat sama Tuhan daripada jadi hebat di mata manusia tapi kosong di dalam.
LEBIH SERU KLIK DI SINI
POPULAR POSTS
-
π§π¦ nidediary.blogspot.com Urip Mung Mampir Ngombe… Tapi Jangan Lupa Ngaca! Kata orang Jawa, "Urip ki mung mampir ngombe." Hi...
-
Copas Ini adalah ramuan khusus buat para wanita yang ingin mempunyai bulu mata lentik dan hitam..Walaupun agak-agak ribet gimana...
-
Cara Move On dari Mantan (Atau Si Dia yang Pernah Bikin Hidupmu Berantakan Tapi Masih Kamu Pikirin Terus) Melupakan seseorang itu... teo...
-
Aku Bisa Melihat Mereka (Cerita nyata yang tidak semua orang akan percaya) Jujur, aku nggak pernah membayangkan kalau hidupku akan ...
-
nidediary.blogspot.com Semua orang pastilah punya yang namanya garis tawa, semakin tambah umur semakin tampak pula garis tawa itu. Nah...
-
Pantai Tersembunyi Photo By NiDE Minggu kemarin hidupku cuma diisi dua hal yaitu motret dan piknik.. Udah, sesimpel itu....
-
KISAH "MATI SURI" part 1 Perkenalkan namaku Sun , ketika aku berumur 10 tahun aku pernah merasakan mati suri , Se...



















