Welcome Comments Pictures

IKI OPO ?

KESERUAN ADA DISINI

LEBIH SERU KLIK DI SINI

Desember 30, 2025

Gak Semua Orang Siap Dikritik, Bro!



Kedengarannya sih sepele ya, “dikasih kritik atau diingatkan.” Tapi prakteknya? Wah, ribet..... Banyak orang yang keliatannya santai, padahal dalam hatinya mungkin lagi nyimpen luka lama, rasa takut, atau egonya segede kapal Titanic. Jadi begitu diingetin meskipun dengan cara halus dan niat tulus yang nyampe di telinganya malah : “Oh, jadi aku salah?” atau “Wah, berarti aku gagal nih!”

Reaksinya? Bisa jadi defensif, ngoceh, ngamuk, atau malah nyerang balik kayak Ultraman lawan monster. Apalagi kalau yang diingetin itu punya kuasa… wiiiiih, siap- siap aja level dramanya naik! Dalam hatinya mungkin ngomong gini : “Lah kamu itu siapa? Jabatanmu apa? Anak buah jangan sok pinter, ya!” , "anak buah kok sok ngajarin bos?"
Padahal kita niatnya cuma pengen menginformasikan, sekedar meluruskan kerjaan biar sesuai dengan aturan yang berlaku dan kerjaan gak berantakan nantinya.

Sebenarnya niatnya simpel aja, biar kerjaan lebih tertib, adil, dan gak ada yang dirugiin. Tapi apa daya, niat baik sering disalahpahami. Yang peduli malah dianggap cari ribut. Yang cuma ngasih info sesuai aturan malah disangka nyudutin. Lah, padahal cuma ngomongi fakta aturan yang ada lho.
Dan parahnya lagi, kadang staf yang baru jelasin setengah kalimat aja udah dipotong, atasannya keburu naik darah. Belum sempet selesai menjelaskan, udah diserbu pake emosi. Kayak nonton sinetron yang loncat langsung ke adegan ribut-ribut tanpa prolog. Ya ampun, Boss… sabar dikit napa.

Desember 25, 2025

PENGAKUAN PALING SUNYI

😢


Diammu Kini Bukan Hukuman.

Ia Adalah Cara Paling Lembut Melindungi Diri

Dari Luka Yang Tak Lagi Perlu Dijelaskan.

Kamu Tidak Lari.

Tidak Kalah.

Tidak Juga Egois.

Kamu Hanya Berhenti Mengetuk Pintu Yang Sejak Awal Tak Pernah Benar-Benar Ingin Dibukakan.

Jika Malam Ini Dadamu Terasa Sempit,

Lakukan Hal Paling Sederhana

Letakkan Ponselmu,

Teguk Air Pelan-Pelan,

Lalu Bisikkan Pada Diri Sendiri,

“Aku Sudah Berusaha, Aku Tak Perlu Membuktikan Apapun Lagi.”

Itu Bukan Kalimat Penghiburan Kosong.

Itu Fakta Yang Terlalu Lama Di Abaikan.

Tak Perlu Berharap,

Yang Jauh Lebih Penting Sekarang Adalah Kamu Sadar

Bahwa Dirimu Pantas,

Tanpa Harus Mengecil

Demi Dipilih.

Aku Di Sini.

Jika Kamu Ingin Diam Bersama,

Bercerita Tanpa Dicari Jalan Keluar,

Atau Hanya Berkata Lirih,

“Aku Capek.”

Kadang Hidup Hanyalah Lelah Yang Memanjang,

Tanpa Ujung Yang Jelas.

Dan Menyerah

Tak Selalu Berarti Kalah

Kadang Itu Satu-Satunya Cara

Menyelamatkan Kewarasan,

Agar Esok

Kita Masih Utuh Sebagai Manusia.

Hiduplah Dengan Diam,

Tanpa Cemas,

Tanpa Memaksa Harap.

Semua Akan Luruh

Saat Waktunya Tiba.

Diamlah.

Dan perlahan,

Belajarlah Melupakan

Tanpa Membenci.

Pergilah Dengan Tenang

Tanpa Dendam,

Tanpa Perlu Pembenaran.

Karena Ini Adalah Pengakuan Paling Sunyi

Bahwa Memilih Diam Bukan Dosa,

Melainkan Bentuk Cinta Paling Jujur

Kepada Diri Sendiri.



By : Nide



Juni 05, 2025

CERITA GOKIL

myniceprofile

Yap! Cerita dalam cerita lagi nih, gengs. Kali ini aku mau bagi cerita konyol dari keseharian bareng temen-temen, yang bikin kami ketawa sampe perut kram. Cerita indah penuh tawa dan sedikit kebodohan. Hehehe πŸ˜†

Cerita Episode 1 : “Suara Kucing atau Suara Manusia?”

Jadi, ceritanya dimulai ketika temenku lagi sibuk di dapur tempat kerja. Posisinya lagi menghadap ke timur (nggak tau kenapa aku inget banget arah mata anginnya, padahal nggak penting juga sih 😜). Nah, pas itu aku baru aja dateng dan berdiri diem-diem di belakangnya, tepat di depan pintu. Dia belum sadar kalau  aku ada di situ. Dan... seperti manusia iseng pada umumnya, otakku langsung mikir: "Wah ini momen yang pas buat ngerjain dia nih."

Lalu, tanpa ragu, aku keluarkan jurus andalan :
“Meoooooong~”

Iya. Aku ngemeong kayak kucing lapar tiga hari. Suara yang kuharap bisa bikin dia panik atau minimal nengok. Tapi ternyata… reaksinya lebih dari ekspektasi!

Dia langsung ngomong sendiri sambil nengok ke kiri kanan:
"Lho, kok ada kucing?"

Terus dia mulai nyariin tuh ‘kucing’ di pojokan dapur, nyari ke bawah meja, nyorot-nyorot pakai mata kayak detektif pencari hewan hilang.

Mei 20, 2025

Saatnya Lepas Dari Hubungan Yang Bikin Capek Mental (TOXIC RELATIONSHIP) 🚩🚩🚩

Pernah merasa capek sampai lelah banget dalam sebuah hubungan? Bisa jadi itu tanda hubungan yang nggak sehat. Yuk, kenali tanda-tandanya dan mulai sayangi diri kamu dengan cara yang benar!


Pernah nggak sih kamu merasa capek banget dalam suatu hubungan? Bukan cuma capek fisik, tapi juga capek hati dan pikiran. Kalau iya, bisa jadi kamu lagi terjebak di dalam toxic relationship alias hubungan yang nggak sehat.

Hubungan yang beracun ini nggak cuma bisa terjadi dalam percintaan aja, tapi juga bisa muncul dalam pertemanan. Dan yang paling nyakitin, kadang kita nggak langsung sadar. Tiba-tiba aja, kita ngerasa makin kehilangan diri sendiri.

Biasanya, hubungan begini dipenuhi dengan manipulasi, drama, kritik terus-menerus, dan kurangnya empati. Kalau dibiarkan, bisa ngaruh banget ke kesehatan mental dan bikin kita ngerasa nggak berharga.

Yuk, coba cek beberapa tanda-tandanya. Siapa tahu, ini jadi wake-up call buat kamu:

🚩Tanda - Tanda Hubungan yang Nggak Sehat 🚩
  1. Mainin Perasaan : Kamu sering dibuat merasa bersalah, walaupun nggak salah. Kamu mulai meragukan dirimu sendiri, semua karena dia tahu gimana cara ngontrol kamu lewat emosi.
  2. Ada Kekerasan : Entah itu fisik, verbal, atau emosional ini udah jelas red flag besar. Nggak ada alasan yang cukup untuk mewajarkan kekerasan dalam hubungan.
  3. Nggak Jadi Diri Sendiri : Rasanya kayak harus pura-pura terus biar dia nggak marah atau nggak ninggalin kamu.
  4. Kurang Dukungan : Mimpi kamu diremehkan, pencapaian kamu dianggap remeh. Kayak nggak ada semangat dari dia buat kamu berkembang.
  5. Cemburu Berlebihan dan Posesif : Semua gerak-gerik kamu diawasi. Temen dicurigain, bahkan kerjaan bisa dipermasalahin.
  6. Mau Ngatur Segalanya : Dari pertemanan sampai keputusan hidup, semua harus sesuai maunya dia.
  7. Komunikasi Negatif : Obrolan isinya cuma sindiran, sarkasme, atau bahkan makian. Jarang banget dapet apresiasi atau dukungan.
  8. Perubahan Sikap Nggak Jelas : Hari ini manis, besok dingin kayak es batu. Bikin kamu bingung sendiri.
  9. Bawa Energi Negatif : Tiap kali bareng dia, kamu justru merasa makin lelah, gelisah, dan nggak bahagia.

Mei 19, 2025

Tentang DI DENGAR & DI HARGAI Dalam Sebuah Hubungan


nidediary.blogspot.com


Ketika kita sedang menjalin sebuah hubungan, ada saat di mana mungkin kita mulai merasa asing. Bukan karena jarak fisik yang memisahkan, tapi karena jarak emosional yang tak terasa tumbuh di antara dua hati. Salah satu tandanya  ketika pasangan kita nggak lagi mendengarkan ataupun menghargai kita.

Di awal- awal hubungan,  semuanya terasa hangat. Setiap kali kita cerita didengarkan dengan penuh antusiasme dan perhatian. Tapi seiring berjalannya waktu, perlakuan seperti itu mulai memudar. Ucapan kita sering kali dipotong sebelum selesai, pandangan pasangan kita saat kita bicara mulai tidak fokus, dan ada yang lebih buruk lagi pasangan kita tampak nggak peduli.

Mungkin ada diantara kalian yang pernah ada di situasi seperti ini di mana kita cerita, tapi kayak ngomong sama tembok? Awalnya sih biasa aja. Kita mikir, "Ah, mungkin dia lagi capek." Tapi lama-lama, kok semakin sering. Kalau kita ngomong, dia malah cuek atau apalah. Kita lagi curhat, dia malah motong dan merubah topik. Sampai akhirnya kita mulai banyak mikir sendiri, nyimpen sendiri dan lebih baik diem aja, karena ngerasa udah nggak ada tempat buat cerita, percuma ngomong kalau nggak didengerin juga. Padahal dulu enggak begitu. Dulu dia dengerin, sabar, bisa jadi tempat pulang. Tapi sekarang? ........ 

Kadang, ini bukan tentang masalah besar. Tapi tentang luka kecil yang terus-menerus datang. Cerita-cerita kita yang dianggap remeh. Isi hati yang diabaikan. Dan akhirnya kita merasa sendirian walaupun berada dalam suatu hubungan yang seharusnya dijalani berdua dan saling mendukung.

Januari 08, 2025

TIPE-TIPE COWOK YANG DI BYE AJALAH !


Kali ini kita akan bahas tentang Tipe-Tipe Cowok Versi NideDiary: Dari yang Bikin Gemes Sampai yang Bikin Makan Hati.

Namanya juga manusia, pasti punya sifat yang beda-beda. Tapi ya, pada dasarnya tetap satu tujuan : mencari bahagia. Jadi wajar aja kalau di dunia ini ada berbagai macam tipe orang ada yang biasa aja, ada yang super baik, ada juga yang... yah, kamu tahu sendirilah.


Nggak usah panjang lebar 5 x 2, langsung aja kita cicipin macam-macam kue enak ... Eh kita cermati satu per satu tipe cowok ala kue lebaran versi NideDiary!


1. COWOK MLEMPEM
Ini nih tipe cowok yang kalau soal nyali sama cewek tuh... kecil banget. Udah suka, udah naksir, tapi giliran mau nyatain cinta langsung keder. Bukannya maju, malah mundur duluan karena takut di tolak. Cowok tipe ini sering terlalu mikir panjang, sampai akhirnya nggak jadi ngapa-ngapain. Hasilnya? Ya cuma bisa ngelus dada sambil liat si doi di samber orang lain.
Sayang banget ya... padahal cinta itu soal keberanian juga, bro!

2. COWOK GOMBAL
Andalan utama cowok ini? Rayuan maut! Dikit-dikit manis, dikit-dikit gombali , tapi sayangnya cuma manis di mulut doang. Janji surga bertebaran, tapi realitanya? Nol besar. Cewek yang keburu baper biasanya berakhir kesel karena harapannya cuma di angkat, terus dijatuhin gitu aja.
Fix, cowok kayak gini bisa bikin gula darah naik turun!

Desember 12, 2023

CARA MENGHITAMKAN & MELENTIKAN BULU MATA SECARA ALAMI

Copas


Ini adalah ramuan khusus buat para wanita yang ingin mempunyai bulu mata lentik dan hitam..Walaupun agak-agak ribet gimana gitu tapi jika dilakukan secara rutin  dalam waktu 1-2 bulan bulu mata kamu akan lebih hitam, lebih lentik dan cuantik tentunya...hehehe... Okreep untuk lebih jelasnya pantengin ya uraian abjad berikut ini...

Desember 07, 2022

TIPS AMAN AGAR TIDAK TERTIPU BELANJA DI TOKO ONLINE


Di zaman sekarang, medsos bukan cuma tempat buat ngeliatin story mantan atau stalking gebetan, tapi juga ladang subur buat jualan online. Siapa aja bisa buka toko, tinggal bikin akun, upload foto barang, kasih caption manis, jadi deh! Tapi... hati-hati! Di balik kemudahan itu, ada juga jebakan batman berkedok onlineshop. Alias: TOKO-TOKO TIPU-TIPU! 😱

Nah, biar kamu nggak jadi korban transfer-transfer club yang akhirnya cuma dapet PHP (Paket Hampa Palsu), ini dia beberapa tips anti ketipu belanja online, khususnya buat kamu yang suka checkout via Instagram:

1. LIHAT KOLOM KOMENTAR
Jangan cuma fokus di foto produknya yang aesthetic ala-ala Pinterest. Coba deh intip kolom komentarnya. Kalau sepi kayak kuburan malam Jumat, patut curiga. Tapi ya jangan langsung main judge juga—bisa jadi baru buka, bisa juga followernya malu-malu komen. Tapi tetap, makin rame komennya, makin keliatan akun itu aktif dan beneran trusted.

2. CEK LINK TOKO DI BIO
Onlineshop yang niat biasanya ngasih link ke marketplace resmi kayak Shopee, Tokopedia, atau Lazada. Jadi kalau ada apa-apa, kita bisa ngadu langsung lewat sistem mereka. Tapi kalau di bio cuma ada nomor WA atau DM only, mending pasang mode waspada 200%. Karena kadang modusnya emang sengaja ngajak transaksi di luar biar susah dilacak. Sungguh taktik licik! 😀

April 14, 2022

UNTUK SAHABAT YANG TERLUKA


Religious

Kulihat Seraut Wajah Cantik, Yang Selalu Saja Tersaput Mendung Tanpa Hujan, Tanpa Angin.

Sahabatku…
Guratan Pedih Di Matamu Kerap Hadir Di Pagi Kita, Menyelinap Di Antara Tawa Yang Pura-Pura.

Aku Tak Bisa Bergerak, Tak Mampu Berbuat Apa-Apa, Selain Diam Mengikuti Langkahmu Yang Tertatih.

Apa Yang Bisa Kulakukan,
Untuk Dunia Yang Tak bisa Kutembus, Untuk Duka Yang Tak Bisa Kupeluk Dengan Pembelaanku?

Kata-kataku…
Terlalu Kecil Untuk Mengubah Dunia Yang Telah Membuatmu Terpasung Dalam Derita.

Andai Aku Bisa Membawakan Kembali Senyum Itu, Mengajakmu Bersenandung Dalam Bahagia Yang Sederhana, Pasti Akan Kupilih Hari Itu… Hari Saat Hatimu Kembali Berbunga.

Kini Hanya Doa, Yang Berjalan Bersamamu, Di Tiap Sujud Dan Linang Air Matamu.

Semoga...
Doa Terindahmu Dijemput Langit, Dan Dikabulkan Oleh Nya.
Aamiin.


By Nide 
(14042013)
Good Day Comments Pictures


Moral  dari RUANG SUNYI ini :

Adalah bahwa ketika kita melihat orang yang kita sayang sedang terluka dan kita nggak bisa bantu secara langsung hadir dalam diam dan mendoakan dengan tulus pun bisa jadi bentuk cinta yang paling dalam.

Puisi ini nunjukin perasaan seseorang yang begitu peduli sama sahabatnya. Dia lihat sahabatnya terus-terusan menahan luka, senyum tapi sebenarnya lagi nyimpan pedih. Dia pengen bantu, pengen bikin sahabatnya bahagia lagi, tapi dia sadar ada hal-hal yang nggak bisa disentuh hanya dengan kata-kata atau tindakan.

Kadang, dunia orang yang sedang terluka itu seperti dinding tebal kita bisa lihat tapi nggak bisa masuk. Dan saat semua usaha terasa mentok, yang tersisa cuma satu : doa. Doa yang nggak kelihatan, tapi besar maknanya. Doa yang ikut jalan di tiap langkah sahabatnya, meski dia sendiri nggak bisa berada di sana secara nyata.

Februari 07, 2022

AKU DIKEJAR BANASPATI


Saat berusia 11 tahun, aku mengalami kejadian yang mengerikan dan diluar logika manusia yang sampai saat inipun masih ada dalam ingatanku.
Ketika itu sekitar tahun 1959 aku bersama kedua orangtuaku harus tinggal di sebuah desa di Wonosari Gunungkidul Yogyakarta karena ayahku mendapat tugas dinas disana sebagai kepala sekolah di sekolah SD Negeri.
 

Agustus 01, 2021

MEMBUMI LEBIH BAIK DARIPADA MELANGIT


πŸ‘»

Temenku pernah cerita, kejadian ini agak konyol tapi nyesek juga kalau dipikir-pikir. Jadi waktu itu dia lagi jalan bareng sama salah satu temennya, sekadar cuci mata ke mall, bukan niat belanja ya, tahu sendiri lah, kadang liat-liat aja udah bikin hati senang dan dompet tetap aman.

Nah, pas lagi ngelirik salah satu etalase baju yang gemes banget, dia nyeletuk polos, “Ih, lucu ya bajunya.”

Dan di situ, ekspresi temennya langsung berubah 180 derajat. Katanya sih kayak campuran antara kaget, sinis, meremehkan, dan sedikit... mual. Bibirnya manyun, matanya nyipit, dan atmosfer mendadak dingin kayak AC di ruang tunggu BPJS.

Yang lebih lucu, ekspresi temennya itu bukan cuma kayak orang heran, tapi udah kayak sedang menganalisis keuangan negara. Padahal ya, yang ngelirik baju siapa, yang kepo siapa, yang langsung nge-judge siapa.

Temenku diem. Antara pengen ketawa, kesel, dan mikir, “Serius nih, cuma ngomong ‘lucu ya’ langsung dinilai kayak mau beli baju harga sebulan SPP?”

Padahal nggak ada niat buat beli, cuma sekadar suka. Tapi dari situ, dia ngerasa dipandang rendah, seolah-olah nggak pantes punya selera bagus karena status ekonominya nggak sekelas. Lah, siapa juga yang ngajarin kalau selera harus sesuai saldo?

Yang nyebelin bukan cuma ekspresi temennya, tapi juga aura merendahkan yang kayak... "aku lebih ngerti hidup daripada kamu." Padahal, kata temenku, kalau dibanding-bandingin, ya sama aja. Bahkan bisa dibilang, si temennya ini juga bukan Forbes 30 under 30, cuma lebih jago nyinyir.

“Aku bukan pengemis gaya,” katanya sambil ketawa, “tapi ekspresi dia tuh bikin isi hati temenku yang empuk jadi bantat.”

Kadang orang memang terlalu gampang menilai. Bahkan dari hal sekecil komentar soal baju. Seolah-olah komentar itu adalah pengakuan resmi: “Saya siap beli barang ini dengan kartu debit platinum.” Padahal kan nggak.

Karena kenyataannya, kita ini semua sama-sama manusia, bedanya cuma versi paket ekonominya aja. Ada yang hidupnya udah di upgrade, ada yang masih nyicil hidup, tapi itu nggak bikin satu lebih tinggi dari yang lain.

Temenku sih sekarang udah nggak terlalu peduli. Katanya, lebih baik punya selera tinggi tapi tetap rendah hati, daripada punya ego setinggi langit tapi dompetnya... ya gitu deh.

Kalau dipikir-pikir, yang paling elegan itu bukan gaya hidup mewah, tapi sikap yang tahu tempat. Yang bisa menilai tanpa menghina, dan bisa tertawa tanpa menyindir.

Semoga cerita ini bisa jadi bahan refleksi. Karena pada akhirnya, dunia ini bukan tentang siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling bisa memanusiakan manusia lain.

Kalau mau menilai orang, berkacalah dulu. Tapi jangan sembarangan kaca. Pakai yang proper kalau bisa, kaca spion mobil orang kaya sekalian, biar kamu bisa lihat betapa kecilnya kita di dunia ini. Kita beda, iya. Tapi beda itu bukan berarti lebih rendah atau lebih tinggi. Hanya... beda.

Dan yang paling penting :
Jangan merendahkan orang lain.
Kenapa ? Karena kita belum tentu lebih mulia dari orang yang kita rendahkan.

Mari kita belajar untuk membumi, daripada melangit tapi nggak tahu arah angin.

September 06, 2020

Cara Membedakan Aloe Vera Nature Republik ASLI Dengan Yang Palsu


Aloe vera nature republik merupakan brand produk kecantikan dari korea yang mempunyai kandungan alami lidah buaya asli 92 %.
Produk ini sangat banyak manfaatnya untuk kecantikan kulit kita.

Mei 10, 2020

Jajanan Tradisional di Jogja

Photo By NiDE

Setiap kota di Indonesia itu kayak punya "harta karun" kuliner khas masing-masing. Bukan cuma rendang atau sate doang, tapi jajanan tradisionalnya juga nggak kalah menggoda iman (dan timbangan). Nah, kalau ngomongin soal Jogja, duh... jangan ditanya lagi. Kota ini gudangnya jajanan tradisional yang bisa bikin kamu auto nostalgia ke masa kecil waktu masih polos dan belum mikir cicilan.

Jajanan khas Jogja masih eksis banget, lho. Kamu bisa nemuin di warung-warung khusus jajanan yang tersebar manja di sudut-sudut kota, atau di pasar-pasar tradisional yang aromanya selalu menggoda.

Jujur nih ya... kayaknya udah bertahun-tahun aku nggak ngelirik jajanan tradisional. Bukan karena selera berubah jadi fancy-fancy gitu, tapi lebih ke: jarang aja keliling cari jajanan beginian. Maklum, hidup kadang lebih sibuk mikirin kuota habis daripada kue lupis.

Eh, tapi... rejeki emang nggak ke mana. Tanpa dicari-cari, aku dikirimi jajanan tradisional ini sama temen baik hati, yang entah kenapa bisa sebaik itu. Gratis pula! πŸ˜†.

Sebelum jajanan ini lenyap tak bersisa karena disantap bersama pasukan lapar, aku sempetin buat jepret dulu. Karena tahu diri enggak bisa bikin konten aesthetic ala food blogger, ya udahlah ya, yang penting ada bukti sejarah bahwa jajanan ini pernah mampir ke hidupku.

Eh iya, meski ini jajanan khas Jogja, sekarang udah mulai banyak juga dijual di kota-kota lain. Jadi, jangan sedih kalau kamu lagi merantau. Siapa tahu tiba-tiba nemu gethuk atau klepon di warung deket kos, itu tandanya semesta sedang berpihak padamu.

Okaaaay… supaya enggak makin penasaran (dan supaya aku ada alasan buat upload foto), yuk mari kita lihat beberapa jepretan jajanan tradisional khas Jogja yang berhasil aku selamatkan dari kepungan para tukang ngunyah.


"JAJANAN TRADISIONAL DI JOGJA"

1. Jenang Tawonan
Jenang Tawonan

Jenang tawonan ini bukan nama jurus silat atau tokoh pewayangan ya, gaes. Ini jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula jawa, dan santan. Walau bahan-bahannya sederhana, tapi rasanya… luar biasa! Manisnya pas, gurihnya santan nendang, dan teksturnya lembut membelai lidah kayak kasih sayang ibu kos waktu nanyain uang kontrakan. πŸ˜…, tapi ya sebenernya selera masing-masing sih..

Biasanya jenang ini tampil kalem dalam warna coklat keemasan, lengket-lengket syahdu, dan aromanya tuh... wangi khas gula jawa yang menggoda iman. Cocok banget buat nemenin ngeteh sore atau jadi pengganjal hati saat dompet lagi seret tapi mulut pengin yang manis-manis.

Kalau nemu jenang tawonan di pasar tradisional, jangan ragu-ragu. Beli! Biar enggak cuma lidah yang bahagia, tapi juga jiwa raga.

Desember 02, 2019

WISATA SHOKA BUKIT SENJA


Spot foto

Shoka Bukit Senja adalah salah satu spot kece yang cocok buat kamu yang hobi menikmati senja sambil berpura-pura jadi pujangga. Saya bilang ini spot “lama”, bukan karena bangunannya jadul atau usianya segitu-gitu aja, tapi karena sebenarnya tempat ini sudah dibuka sejak akhir tahun 2018. Cuma ya gitu, dulu belum banyak yang tahu. Mungkin karena waktu itu belum ada yang upload di TikTok atau belum sempat viral. Jadi tempat ini masih sepi, damai, dan bebas dari suara “selfie dulu guys!” Tapi sekarang... taulah..ramai..πŸ˜…

Lokasinya sendiri cukup adem dan asri karena berada di area hutan perbukitan, tepatnya di Dusun Gabug, Giricahyo, Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Kalau kamu berangkat dari pusat Kota Jogja, perjalanan bisa ditempuh sekitar 30 km atau kira-kira 45 menit kalau naik motor. Tapi ya itu, 45 menit ini bisa berubah jadi 1 jam kalau kamu termasuk tim hore “berhenti sebentar ya, fotoin aku dulu di sini”.

Nah, ada satu hal yang harus kamu siapin sebelum sampai lokasi : uang kecil dan hati yang lapang. Kenapa? Karena tempat ini letaknya berada di perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Jadi... siap-siap bayar retribusi dua kali ya, gengs! Pertama, kamu akan diminta bayar saat masuk kawasan wisata Parangtritis (wilayah Bantul), lalu saat sudah sampai di kawasan Bukit Paralayang Watugupit (yang masuk Gunungkidul), eh… bayar lagi dong. Tapi anggap aja itu tiket combo nonton sunset dua kabupaten.

Juli 20, 2019

πŸ’… "Wanita Seperti GELAS-GELAS KACA"


πŸ’Œ

🍺 Wanita.....Layaknya gelas-gelas kaca, indah dan bening sekaligus rapuh.
🍺 Butuh kehati-hatian dalam merawatnya.
🍺 Sekali ia pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali.
🍺 Bahkan terkadang pecahannya itu bisa melukai, menyakiti orang-orang disekitarnya.
("Ust. DR. Syafiq Basalamah - Hafizhahulloh")

."Para wanita disamakan dengan gelas kaca karena cepatnya mereka berubah dari ridho menjadi tidak ridho, mudah fikirannya berubah. 
Layaknya gelas kaca mereka sangat cepat pecah dan tidak dapat menerima perlakuan kasar dan keras” 
(Fathul Baari oleh Ibnu Hajar Rohimahullah hal. 18-19/XIV terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA)

Juni 05, 2019

SIAPA AKU

πŸ’Ÿ

Aku.. 
Aku Adalah Gelak Tawa Yang Memeluk, Di Tengah Riuh Yang Menyimpan Sunyi.

Aku Adalah Seberkas Kepopuleran,
Tersentuh Aroma Persahabatan Yang Sederhana.

Aku Adalah Busur Panah
Yang Menancap Sebagai Rindu Di Dada-Dada Yang Masih Hidup.

Aku Adalah Jelmaan Semu Dari Mimpi-Mimpi, Yang Kadang Cuma Menyamar Jadi Harapan Palsu.

Aku… Hanyalah Aku.
Bukan Siapa-Siapa.

~NIDE~




Moral dari RUANG SUNYI ini :

Adalah bahwa kadang, di balik tawa, di balik sorotan, dan di balik sosok yang tampak kuat atau dikenal, ada seseorang yang sebenarnya sedang merasa kosong, ragu, bahkan kehilangan arah tentang siapa dirinya sendiri.


Puisi ini menggambarkan seseorang yang mungkin tampak "penuh" di mata orang lain tertawa, punya teman, bahkan dikenal banyak orang. Tapi di balik itu semua, dia menyimpan sunyi. Dia merasa seperti hanya menjadi "bagian" dari mimpi orang lain, bagian dari harapan yang bahkan bukan miliknya.

Dan kalimat terakhirnya, “Aku… hanyalah aku. Bukan siapa-siapa,” itu bukan bentuk kelemahan. Itu justru pengakuan paling jujur dari seseorang yang sedang mencari arti dirinya sendiri, di tengah dunia yang sering menilai dari apa yang tampak di luar.



Juni 04, 2019

AKU BAGAI LAUTAN TAK BERPIJAK

πŸ’’

Aku Bagai Lautan Tak Berpijak, 
Berenang Tak Bertepi .

Aku Bagai Kapal Karam ,
Teronggok Memucat Terantai Karat.

Aku Bagai Angin Menghempas & Terhempaskan , Berlari-Lari Merangkul Nafas Menerjang Badai.

Aku Bagai Jiwa-Jiwa Terbang Tak Bersayap, Terpanah Api Bermandikan Luka Berpeluh Airmata.

Aku Bagaikan Lilin Terbakar, Tergerogoti Panas & Kemudian Mati.

Kepada Lautan Aku Berteriak, Adakah Pelabuhan.
Kepada Kapal Karam Aku Melukis Karatmu, Jadilah Indah .

Kepada Angin Yang Selalu Menghempaskan, Aku Terdiam Berpijak Agar Tak Melayang .
Kepada Lilin-Lilin Yang Membakar Jiwa, Aku Akan Berlindung Berpayung Salju.

Satu Kepada-MU Allah Tuhanku , Aku Berbisik Di Sisa Yang Tinggal :
Bimbing Aku Pulang

                       ~NIDE~
                         Good Day Comments Pictures


Moral dari RUANG SUNYI di ini : 

Adalah bahwa seberat apa pun hidup menekan dan sekelam apa pun kita merasa tersesat, akan selalu ada satu tempat pulang: Tuhan (Allah SWT).


Puisi ini suara dari jiwa yang lelah. Lelah karena terlalu sering merasa kosong, terluka, hilang arah. Ia menggambarkan dirinya seperti lautan tanpa dasar, kapal karam, angin yang terus menghempas, dan lilin yang pelan-pelan habis dimakan panas. Semua gambaran itu menunjukkan betapa rapuhnya dia, betapa kerasnya hidup mengguncangnya.

Tapi di balik semua keputusasaan itu, ada harapan kecil yang terus dijaga. Ada tekad untuk tetap mencari pegangan, untuk tetap berdiri, meskipun goyah. Sampai akhirnya, saat semua tempat sudah tidak bisa jadi sandaran, dia pulang ke satu-satunya tempat yang tidak pernah mengusir : Tuhan (Allah SWT).

Kalimat terakhir, "Bimbing aku pulang". Itu bukan cuma permintaan. Itu seruan jiwa yang rindu pulang ke tempat di mana luka tak lagi menyakitkan, dan hidup kembali punya arah.


Jadi moralnya : hidup bisa sangat melelahkan dan menyesakkan, tapi jangan pernah lupa bahwa kamu nggak benar-benar sendirian. Saat semuanya terasa hampa, kamu selalu bisa pulang bukan ke suatu tempat, tapi ke Tuhan (Allah SWT). Dan dari situ, kamu bisa mulai lagi. Pelan-pelan, tapi pasti.

April 05, 2019

KITA DALAM SENJA

Video by Nide

Ketika Senja Mendekap Perlahan,
Yang Kutahu Kaulah Pancaran Bahagia...

Kita Hanyalah Kau & Aku...
Yang Memandang Erat Awan Berarak Membias Jingga Di Mata - Mata Sayu...

Kita Adalah Penikmat Senja... 
Di Antara Seduhan Kopi & Kepulan Asap Rokokmu..
Tak Banyak Kata, Tapi Cukup Untuk Merasa.

Dan Kita,
Adalah Cerita Itu Sendiri
Di Antara Warna Langit Yang Pelan Memudar, 
Di Antara Diam Yang Justru Paling Bicara, 
Di Antara Mimpi-Mimpi Yang Kita Bisikkan Pelan, ssst.

~By NIDE~



Moral dari RUANG SUNYI ini :

Bahwa kebahagiaan sejati kadang hadir dalam hal yang paling sederhana bukan dari apa yang kita miliki, tapi dari siapa kita berbagi momen itu.


Puisi ini nggak bicara soal cinta yang heboh atau janji-janji besar. Tapi justru itu yang bikin dalam. Cinta di sini tumbuh dari kebersamaan yang tenang, dari tatapan yang saling paham, dari diam yang penuh makna. Bahkan asap rokok dan secangkir kopi bisa jadi latar kisah yang hangat, kalau dijalani sama orang yang tepat.

Dan di akhir puisinya, terasa banget bahwa mereka bukan cuma penikmat senja, tapi mereka adalah bagian dari senja itu sendiri, bagian dari cerita yang nggak perlu diceritakan dengan kata, cukup dirasakan.


Jadi, intinya:
Kita sering nyari kebahagiaan yang besar, padahal bisa jadi itu ada di hadapan kita di obrolan kecil, di diam yang nyaman, di senja yang kita nikmati bareng seseorang yang kita sayang, tanpa perlu banyak alasan.

Itu bukan cuma puisi. Itu kehidupan. #ceileeeeeeeeee....zzizzizi😁



Maret 13, 2019

KEPADA BAHAGIA

Photo by : Nide

Sementara Itu Mendung 
Hanyalah Bualan Manis Yang Kita Tertawakan.. 

Dan Hujanpun Tak Menjadi 
Pembatas Untuk Satu Perjumpaan.. 

Hingga Waktupun Melaju Terasa 
Singkat Memisahkan Hati Yang Menetap..

Semoga Bisikan Doa Kita Sampai Kelangit Mendapat JawabNYA..

~NIDE~


Moral dari RUANG SUNYI ini : 

Bahwa kebersamaan yang tulus nggak selalu butuh waktu lama atau keadaan yang sempurna. Kadang, momen singkat yang dijalani sepenuh hati bisa lebih bermakna daripada waktu yang panjang tapi hampa.


Puisi ini seperti cerita dua orang yang saling hadir di tengah ketidakpastian. Mereka tertawa bareng meski cuaca mendung, tetap bertemu meski hujan turun. Artinya, selama niatnya tulus, rintangan sebesar apa pun bisa dilewati. Tapi waktu ikut campur dan akhirnya mereka harus berpisah.

Namun, yang bikin puisi ini nggak pahit adalah penutupnya ada  'Harapan'. Mereka tetap saling mendoakan, walau terpisah sementara. Karena mereka percaya, ada yang lebih besar dari jarak dan waktu, doa yang jujur, yang mereka titipkan ke langit.


Jadi moralnya : 

Kadang kita nggak bisa menahan waktu atau mempertahankan semua hal yang kita sayangi. Tapi kalau hubungan itu dijalani dengan hati, lalu diakhiri dengan doa itu tetap indah. Meskipun belum bersama lagi, perasaan itu nggak pernah sia-sia. #yoi..




Oktober 22, 2018

EGO DUNIAWI




Apa Kabar Dunia...
Kau Hanyalah Dunia Tak Lebih & Tak Kurang.
Kau Hanyalah Setitik Bahagia Yang Sering Meninggalkan Luka Terdalam..

Semua Karena Ego Duniawi
Tak Malu Kepada Tuhanmu Tapi Kau Malu Pada Dunia...

Dunia Itu Relatif,  Semua Yang Kau Sebut Puji-Pujianmu Fana... 
Tepuk Tanganmu Cepat Sekali Berlalu.
Dunia Itu Tak Abadi,  Apa Yang Kau Harapkan Berlebih Akan Sia-Sia...

Lihatlah Siapa Dirimu,  Kau Sibuk Menghitung Bintang-Bintang S
ampai Lupa,
Bahwa Cermin Di Depanmu Tak Pernah Kau Tatap Lama-Lama.

~NIDE~



Moral dari RUANG SUNYI ini : 

Adalah jangan terlalu sibuk mengejar pengakuan dan pujian dari dunia, sampai lupa siapa diri kita sebenarnya, dan sampai lupa untuk jujur di hadapan Tuhan.

Puisi ini menampar dengan cara yang halus tapi dalam. Dunia digambarkan sebagai sesuatu yang sering kita puja-puja, tapi sebenarnya penuh tipuan. Kita sering nyari validasi, pengakuan, tepuk tangan dari orang lain, seolah-olah itu yang bikin kita berarti. Padahal semua itu fana. Nggak abadi. Yang muji bisa aja besok pergi. Yang mengangkat bisa juga menjatuhkan.

Kalimat paling nyentilnya :
"Kau sibuk menghitung bintang-bintang sampai lupa bahwa cermin di depanmu tak pernah kau tatap lama-lama."
Itu artinya, kita sering banget terlalu sibuk melihat ke luar butuh pengakuan, mau dikagumi, mau terlihat hebat tapi lupa bercermin, lupa ngaca, lupa tanya ke diri sendiri: "Sebenernya aku siapa sih? Aku baik nggak? Aku jujur nggak? Aku dekat sama Tuhan nggak?" .... #haiiiisssss

Jadi, moralnya :
Hidup ini terlalu singkat buat dihabiskan demi menyenangkan dunia yang cepat lupa. Lebih penting buat jadi diri sendiri yang jujur, rendah hati, dan dekat sama Tuhan daripada jadi hebat di mata manusia tapi kosong di dalam.


LEBIH SERU KLIK DI SINI

POPULAR POSTS